KONI Tunda Porprovsu, Hentikan PSE

0
KETUA Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis (2 kiri), didampingi Wakil Ketua I Prof Dr H Agung Sunarno, Wakil Ketua II H Sakiruddin dan Sekum H Chairul Azmi (kiri) memimpin rapat koordinasi, Rabu (10/10).(Waspada/Jonny Ramadhan Silalahi)

MEDAN (Waspada): Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut terpaksa menunda pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) yang semula diagendakan 18-24 November 2018 menjadi Juni 2019.

KONI Sumut juga menghentikan sementara pelaksanaan Program Sumut Emas (PSE) untuk bulan November dan Desember 2018. Juga tidak dapat membantu pembiayaan Pengprov Olahraga yang ingin melaksanakan atau mengikuti Selekda, Kejurda atau Kejurnas pada Oktober hingga Desember 2018.

Keputusan ini diumumkan Ketua Umum KONI Sumut John Ismadi Lubis dalam rapat koordinasi dengan KONI Kota/Kabupaten se Sumatera Utara serta Technical Delegate 14 Cabor Porprovsu di Gedung KONI Sumut, Jl Williems Iskandar Medan Estate, Rabu (10/10).

Didampingi Wakil Ketua I Prof Dr H Agung Sunarno, Wakil Ketua II H Sakiruddin SE MM dan Sekum Drs H Chairul Azmi MPd, John Lubis menyampaikan permohonan maaf sebesar -besarnya kepada KONI Kabupaten/Kota dan masyarakat olahraga atas penundaan tersebut.

“Keputusan ini terpaksa kami ambil, karena KONI Sumut tidak punya anggaran untuk melaksanakannya. Begitu juga dengan PSE dan semua bantuan untuk kegiatan kejurnas, kejurda maupun selekda untuk sisa tahun 2018 ini,” jelas John Lubis.

Pihaknya berharap PSE maupun bantuan untuk kegiatan kejurnas, kejurda maupun selekda bisa dimulai lagi pada Januari 2019. Begitu pula dengan Porprovsu bisa berlangsung Juni 2019, supaya atletnya dapat membela Sumut pada Porwil Se Sumatera Utara pada September 2019 di Bengkulu.

Porprovsu akan mempertandingkan 14 cabor, yakni angkat besi-angkat berat, atle-tik, bulutangkis, biliar, bola voli catur, drum¬band, gulat, karate, pencaksilat, tenis meja, taek¬wondo, tinju dan sepakbola.

Keputusan penundaan Porprovsu ini didukung KONI Kabupaten/Kota sebagaimana tanggapan Ketua KONI P.Sidimpuan H Saiful Jamil Hasibuan, Bendahara KONI Asahan Widya Sastra SH, Sekretaris KONI Simalungun Parsoran Simanullang, Ketua KONI Sergai Siswanto dan Ketua KONI Deliserdang Erwin N Pelos.

Mereka pun meminta KONI Sumut menerbitkan surat penundaan untuk melengkapi bahan administrasi sesuai ketentuan sistem pendataan dan pelaporan anggaran.

Namun menurut Ketua KONI Medan Eddy H Sibarani, tidak ada istilah ditunda untuk sistem anggaran di tahun berbeda. “Dari 2018 menjadi 2019, itu artinya tidak jadi atau batal. Istilah tunda hanya untuk tahun yang sama,” jelasnya.

“KONI Medan sebenarnya sudah setahun membina atlet untuk Porprovsu 2018. Tapi karena kondisinya begini, bagaimana lagi. Harapannya 2019 Porprovsu benar ada dan kita perlu juga menyepakati atlet yang nantinya bertanding di 2019,” tutur Eddy.

John Lubis mengatakan, KONI Sumut siap membantu kebutuhan administrasi KONI Kabupaten/Kota sebagai dampak dari keputusan ini. Juga akan meminta Gubsu Edy Rahmayadi agar menyurati Bupati/Walikota se Sumut untuk menganggarkan kembali pelaksanaan Porprovsu 2019.

“Kami juga bersedia memberi penjelasan bila diperlukan kepada Bupati dan Walikota. Keuangan KONI Sumut saat ini memang berada dalam kondisi paling buruk,” ujarnya.

Dijelaskannya, alokasi APBD 2018 untuk KONI Sumut semula disetujui Rp27 M, namun ternyata yang dicairkan cuma Rp6 M oleh HT Erry Nuradi selaku Gubernur Sumut saat itu.

“Hingga program berjalan Oktober 2018, anggaran yang digunakan KONI Sumut sudah mencapai 9 miliaran rupiah. Anggaran ini digunakan untuk pembiayaan PSE, Selekda, Kejurda, Kejurnas maupun Porwil se-Sumut,” kata John Lubis.

Semula pihaknya masih optimis bisa menggelar Porprovsu tepat waktu dengan harapan ada pasokan anggaran dari P-APBD. Tetapi untuk sisa tahun ini ternyata Sumut tidak punya P-APBD. (m15)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here