Dua Penyelundup Sabu Divonis Mati

0
Dua terdakwa penyelundupan sabu saat disidangkan di PN Medan, Kamis (11/10) sore. Waspada/Rama Andriawan

MEDAN (Waspada): Majelis hakim diketuai Ali Tarigan menjatuhkan hukuman pidana mati kepada Edi Suryadi alias Adi dan Arman alias Man. Keduanya merupakan terdakwa dalam kasus penyelundupan sabu seberat 100 Kg dari Malaysia ke Medan.

Putusan terhadap kedua terdakwa dibacakan hakim Ali Tarigan dalam sidang yang berlangsung di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (11/10) sore.

“Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Arman alias Man dan Edi Suryadi alias Adi dengan pidana mati,” ujar Ali Tarigan.

Kedua terdakwa dinyatakan terbukti melakukan perbuatan yang diatur dan diancam dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Edi dan Arman telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan percobaan atau pemufakatan jahat menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima narkotika golongan 1 bukan tanaman dengan berat lebih dari 5gram.

Putusan majelis hakim sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Chandra Naibaho yang sebelumnya meminta agar kedua terdakwa dijatuhi hukuman mati.

Menanggapi putusan itu, kedua terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan banding. Sementara pihak JPU menyatakan pikir-pikir.

Dalam dakwaan dijelaskan, Edi, Arman bersama Syafi’i alias Fi’i ditangkap petugas Direktorat Tindak Pidana  Narkoba Mabes Polri setelah menyelundupkan 100 Kg sabu-sabu dari Penang, Malaysia, ke Medan.

Arman dan Syafi’i yang pertama kali ditangkap. Keduanya diringkus di rumah Arman di Jl. Baru Lingk. 15 Gang Keluarga, Kel. Terjun, Kec. Medan Marelan, pada 12 Desember 2017.

Di rumah itu, petugas menemukan 7 karung berisi 100 Kg sabu-sabu. Narkotika itu disembunyikan di dalam kamar mandi.

Arman merupakan pemilik kapal yang diupah Rp10 juta untuk menjemput narkoba itu dari perairan Penang, Malaysia. Saat menjemput narkotika itu, warga Samalanga, Bireuen, Aceh ini ditemani Mulyadi (DPO).

Sementara Syafi’i bertugas membawa 7 karung sabu-sabu itu dari kapal boat di perairan Belawan ke rumah Arman. Barang haram itu diangkut menggunakan becak. Perjalanannya dari Belawan telah dipantau petugas kepolisian. Dalam perjalanan kasus ini, Syafi’i meninggal dunia di dalam tahanan.

Dari penangkapan Arman dan Syafi’i berlanjut dengan diringkusnya Edi di Jl. Gagak Hitam Medan. Dia merupakan pengendali penyelundupan narkotika itu bersama Jaini alias Apani yang hingga kini masih DPO. (cra)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here