Pengurus DPD Golkar Sumut Dirotasi

0

MEDAN (Waspada): Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar melakukan rotasi nama-nama pengurus DPD Partai Golkar Sumut. Rotasi itu tertuang dalam surat keputusan DPP Partai Golkar Nomor: KEP-356/DPP/GOLKAR/X/2018 tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia DPD Partai Golkar Provinsi Sumut masa bakti 2015-2020 hasil revitalisasi.

Jabatan yang dirotasi dalam surat tersebut antara lain ketua harian, ketua koordinator, sekretaris, bendahara, dan wakil ketua.

HA Yasyir Ridho Loebis (foto) menggantikan T Idrus Pardede sebagai ketua harian, Riza Fakhrumi Tahir menggeser Irham Buana Nasution sebagai sekretaris, dan Viktor Silaen menggeser Akbar Himawan Buchari sebagai bendahara.

Dalam surat itu juga, HM Hanafiah Harahap diangkat menjadi ketua koordinator bidang politik, hukum & HAM, Wagirin Arman menjadi ketua koordinator bidang pemenangan pemilu, Irham Buana menjadi wakil ketua koordinator bidang pemenangan pemilu, Iswanda Nanda Ramli diangkat menjadi wakil ketua bidang pemenangan pemilu wilayah I Medan A. Sedangkan nama Akbar Himawan Buchari tidak ada jabatan di dalam kepengurusan DPD Golkar Sumut masa bakti 2015-2020.

Plt Ketua DPD Golkar Sumut Ahmad Doli Kurnia membenarkan rotasi kepengurusan tersebut dalam rangka penyegaran, agar kinerja partai semakin tinggi. “Langkah itu adalah langkah yang biasa dan dilakukan berkala sebagaimana yang diatur dalam aturan organisasi partai,” kata Doli kepada wartawan via WhatsApp di Medan, Kamis (11/10).

Sementara itu, Riza Tahir mengatakan, setelah jabatan Ketua DPD Golkar Sumut Ngogesa Sitepu dialihkan ke Ahmad Doli Kurnia membutuhkan sinkronisasi kerja politik dan organisasi Partai Golkar Sumut.

“Penyegaran pengurus ini tuntutan kebutuhan partai menghadapi dinamika politik menghadapi Pemilu 2019. Tugas kami kedepannya mempertambah jumlah kursi di DPRD Sumut dan memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin di Sumut,” tuturnya sembari menambahkan kepengurusan yang baru ini akan didaftarkan ke KPU Sumut dan instansi terkait lainnya.

Setelah dilakukan kajian di internal, dia mengaku, banyak sekali kelemahan di dalam tubuh Partai Golkar, terutama kinerja dan pemahaman tugas-tugas organisasi. “Saya kira dalam konteks peningkatan kinerja hal yang wajar dilakukan pergantian pengurus antar waktu. Jadi sekali lagi, dasar pergantian ini kebutuhan partai,” ujarnya.

Riza Thahir mengatakan, pergantian pengurus di tubuh pengurus Golkar Sumut tersebut tidak akan terjadi konflik dan dua kubu. “Malah pergantian ini fokus bekerja, agar target-target politik ini tercapai. Walaupun terjadi konflik dan dua kubu itu terjadi, saya menganggap hal yang biasa. Kader Golkar sudah terlatih menghadapi dan menyelesaikan masalah,” sebutnya.

Riza yang juga Ketua Kosgoro 1957 Sumut ini mengaku, DPD Golkar kab/kota sudah ada yang mengusulkan pergantian pengurus ke pihaknya. Namun Riza tidak merincikan DPD kab/kota mana saja yang mengusulkan kepada pihaknya.

“Kami sudah turun ke 17 DPD Golkar kab/kota. Mereka cerita, banyak pengurus Golkar baik tingkat kab/kota hingga kecamatan pindah ke partai lain untuk maju menjadi caleg. Kami sarankan agar dilakukan penyegaran pengurus dan sudah ada beberapa kab/kota mengusulkan ke kita untuk disahkan,” katanya. (crds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here