Danau Aneuk Laot Sabang Sudah Dangkal

0
Kondisi danau anek laot Sabang sudah menyusut. (Foto Waspada/T.Zakaria Al Bahri) 
Kondisi danau anek laot Sabang sudah menyusut. (Foto Waspada/T.Zakaria Al Bahri) 

SABANG (WASPADA) : Danau air tawar Aneuk Laot Sabang sebagai sumber air minum masyarakat setempat semakin memprihatinkan, debit air sudah menyusut.

Masyarakat yang berdomisili di sekitar danau mengeluh, di bibir pantai danau dahulunya penuh dengan air sekarang sekitar 50-100 meter sudah menjadi daratan dan sebagian warga bercocok tanam sayur mayur. 

Menurut warga setempat,  menyusutnya air danau salah satunya disebabkan karena penyedotan air secara langsung untuk didistribusikan kepada pelanggan PDAM. 

Kemungkinan lain disebabkan pengaruh gempa bumi beberapa tahun lalu karena terjadi keretakan lapisan bawah tanah sehingga air banyak terbuang melalui alu-alur bawah tanah. 

Menurut Panglima Danau Aneuk Laot Sabang Tgk Sulaiman Daud, yang menjadi masalah saat ini adalah danau tersebut sudah dangkal, kalau dahulu kedalaman mencapai ±75 meter sekarang setelah dilakukan survey kedalaman airnya hanya ±17 sampai ±29 meter saja, katanya. 

Ditambahkan, hampir setiap tahun, apalagi setelah musibah Tsunami perubahan cuaca sangat mempengaruhi debit air di Danau Aneuk Laot. Penyusutan bisa sampai 15 meter sampai 30 meter dari bibir danau bahkan di sebelah timur danau penyusutan hingga lebih 100 meter.

Pihaknya sudah beberapa kali memberikan isyarat kepada Pemerintah Kota (Pemko) Sabang terutama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK),  pada saat terjadinya  ikan mati di dalam danau.

“Pada saat itu kita mengharapkan pihak Pemko Sabang dalam hal ini dinas terkait  melakukan penelitian. Tetapi malah tim survey dari Palembang yang melakukan pengecekan di Danau Aneuk Laot. Sedangkan pihak terkait setempat terkesan tidak perduli atas menyusutnya air danau,” sebutnya.

Dangkalnya dasar danau, lanjut Tgk Sulaiman Daud,  sudah dibuktikan sewaktu pihak Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS),  membersihkan tanaman enceng gondok di sekitar danau, di situ didapati banyak sekali lumpur yang bercampur dengan sampah plastik.

Terkait dengan masalah itu, pihak Panglima Danau merasa keberatan dengan PDAM Tirta Aneuk Kota Sabang yang mengambil dan menyedot air secara langsung dari sumbernya karena berdampak langsung menyusutnya air danau, terangnya.

Dijelaskannya, ada batas yang dibuat dari semen sejak masa penjajahan Belanda di danauy, itu untuk menandai debit air yang berkurang dan pada saat itu air yang diambil untuk dikonsumsi tidak di pusat danau akan tetapi air pecahan yang terletak di sebelah tanjakan bron jalan Aneuk Laot.

Pemerintah Daerah dapat membantu dalam menangani masalah di Danau Aneuk Laot karena danau tersebut merupakan salah satu sumber air bersih yag dikonsumsi oleh masyarakat Sabang, jelasnya.(T. Zakaria Al Bahri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here