Massa Bakar Polsek Bendahara Tamiang

0
POLSEK Bendahara Polres Aceh Tamiang porak poranda dibakar massa yang mengamuk akibat meninggalnya seorang warga yang ditangkap oknum Polsek, Selasa (23/10). Waspada/Yusri

ACEH TAMIANG (Waspada): Polsek Bendahara Polres Aceh Tamiang dibakar massa yang mengamuk disebabkan dugaan seorang tahanan Polsek berinisial AY, 25, warga Kampung Tanjung Keramat, Kec. Banda Mulia, Kab. Aceh Tamiang, meninggal dunia setelah ditangkap Senin (22/10) sekira pukul 23:00.

Informasi diperoleh Waspada, Selasa (23/10), korban dilaporkan meninggal dunia Selasa pagi diduga akibat penganiayaan oknum Polsek Bendahara, ketika itu korban yang ditangkap karena dugaan kasus narkotika sempat diantar ke RSUD Aceh Tamiang.

Mendapat informasi itu, warga dengan jumlah besar langsung mendatangi Mapolsek Bendahara. Amuk massa tidak terhindari ketika mereka tidak mendapatkan keterangan terkait kematian korban di Mapolsek.

Bahkan saat massa tiba, Kantor Polsek kosong dan Kapolsek Bendahara serta seluruh anggotanya lari menyelamatkan diri. Insiden pembakaran Mapolsek Bendahara terjadi sekira pukul 12:30.

Massa yang mengamuk dan tersulut kemarahannya disebabkan korban ketika ditangkap dalam keadaan sehat, tetapi baru semalam ditangkap dan paginya telah meninggal dunia. Bahkan massa mengemukakan, jika korban diduga bersalah, tapi tidak sampai dianiaya hingga meninggal dunia.

Kemarahan massa kian memuncak ketika Wakapolres Aceh Tamiang Kompol M Nuzir beserta personel polisi tiba di lokasi kejadian. Ketegangan antara massa dan Wakapolres berlangsung sengit hingga beberapa jam. Massa menuntut anggota Posek Bendahara yang diduga melakukan penganiayaan agar dihadirkan di hadapan warga.

Namun Wakapolres Kompol M Nuzir terus berusaha menenangkan massa yang marah dengan perilaku oknum Polsek Bendahara. Terlihat massa mengerumuni Wakapolres dan meminta agar Kapolsek Bendahara dicopot dan beserta oknum polisi bertugas saat itu diproses secara hukum sesuai perbuatannya.

Selain itu, personel polisi yang berada di lokasi tidak dapat berbuat banyak terhadap aksi massa yang marah dan terus memporakporandakan Mapolsek Bendahara. Tampak asap tebal mengepul di lokasi Mapolsek dan informasi diperoleh juga ada kendaraan roda dua yang ikut terbakar dalam kejadian tersebut, selain dokumen-dokumen. Bahkan tempat parkir dan pos depan Mapolsek juga dihancurkan massa.

Sementara Wakapolres Kompol M Nuzir terus menerima aspirasi yang disampaikan masyarakat, termasuk permintaan pihak keluarga korban. Banyak persoalan yang diutarakan massa dan bukan hanya persoalan meninggalnya korban MYR. Termasuk pemasangan polisi tidur di depan Mapolsek yang terlalu tinggi, sehingga menyulitkan warga saat melintas.

Namun sekira pukul 16:00 akhirnya pihak keluarga yaitu Mustafa abang korban berunding dengan Wakapolres Kompol M Nuzir. Dalam perundingan itu, pihak keluarga tetap meminta Kapolsek Bendahara dicopot dan anggotanya yang melaksanakan piket saat itu agar diproses hukum serta dipenjarakan.

Kemudian Mustafa juga meminta semua barang yang diambil dari korban untuk dipulangkan seperti emas senilai Rp7.000.000, handphone, dompet beserta isinya seperti bon (kuintansi), sepedamotor dan hasil visum rumah sakit.

“Saya keberatan atas penganiayaan terhadap adik saya dan diambil saat berada di tambak kepiting miliknya,” tutur Mustafa sembari menambahkan, kondisi adiknya pada bagian kaki kanan, bagian perut mengalami memar dan bibir pecah.

Pada kesempatan itu, Wakapolres Aceh Tamiang, Kompol M Nuzir menyampaikan, pihaknya tetap mengambil tindakan tegas dan Kapolsek Bendahara telah dicopot langsung dari jabatannya. “Penindakan dan proses hukum terhadap oknum polisi yang terlibat dalam kasus ini akan dilaksanakan sesuai ketentuan dan perundangan berlaku,” kata Kompol Nuzir seraya menambahkan juga memenuhi permintaan dari pihak keluarga.

Meski perundingan antara pihak keluarga dengan Wakapolres Aceh Tamiang telah adanya kesepakatan, namun massa masih belum membubarkan diri dan hingga pukul 17:00 tampak personel Brimob tiba di lokasi Mapolsek membantu personel Polres Aceh Tamiang.

Copot Kapolsek

Ekses pembakaran Polsek Bendahara, Kab. Aceh Tamiang, anggota Polsek dan Kapolsek Bendahara diperiksa Bid Propam.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Rio S Djambak melalui Kabid Humas Kombes Pol. Misbahul Munauwar mengatakan, saat ini pihaknya telah mengamankan seluruh personel Polsek termasuk Kapolsek setempat untuk diproses lebih lanjut.

“Kapolsek dan anggotanya, khususnya anggota yang terlibat langsung dengan penangkapan tersangka pengedar sabu itu kini masih diperiksa propam,” sebut Kabid Humas.

Polda Aceh, saat ini belum dapat memberikan komentar panjang terkait insiden tersebut karena masih dalam penanganan lanjut. Kata dia, Kapolsek Bendahara sendiri yakni Ipda IW telah dicopot langsung oleh Kapolda atas perintah Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian.

“Kapolsek sudah dicopot, semua masih diproses dan untuk pengganti Kapolsek masih dicari. Saat insiden itu, Wakapolres Aceh Tamiang Kompol M. Nuzir langsung ke lokasi dan hingga kini masih bermusyawarah dengan masyarakat,” ujarnya.

Kabid Humas menuturkan, polisi masih menelusuri penyebab kematian tersangka AY. “Masih diselidiki penyebab tewasnya, proses musyawarah hingga kini masih berlangsung,” tuturnya. (cri/cb01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here