Polri Diminta Operasi Tertutup, Ungkap Sindikat Illegal Logging

0

IDI (Waspada): Guna mencegah aksi penebangan kawasan hutan yang kian merajalela di Aceh, Mabes Polri diminta perlu melakukan langkahlangkah strategis dalam mengungkap sindikat pelaku kejahatan hutan, salah satunya melalui operasi tertutup dengan melibatkan personel khusus dari Mabes Polri.

“Hanya melalui operasi tertutup Mabes Polri dapat menangkap para sindikat atau ‘pemain’ illegal logging, baik cukong kayu atau pemodal,” kata anggota Komisi III DPRRI HM Nasir Djamil, usai Konsolidasi Pemenangan PKS Aceh Timur, di The Hotel Royal Idi, Minggu (21/10).

Dia berpendapat, seharusnya perlu dibentuk tim khusus menangangi kasus perambahan dan penebangan hutan, karena sesuai dengan aturan menjadi kewajiban menjaga dan melestarikan serta melindungi kawasan hutan.

“Kasus menebang dan mengunduli hutan lebih bahaya dari kasus korupsi, karena ketika hutan rusak akan mengakibatkan bencana alam seperti banjir bandang, longsor, dan lainnya,” ujarnya.

Orang-orang yang menginformasikan dugaan penebangan kawasan hutan seharusnya perlu diapresiasi dengan menyediakan hadiah dalam jumlah tertentu.

“Jika hal ini kita lakukan, maka kedepan akan banyak laporan atau pengaduan kasus illegal logging sebagaimana diungkap Polres Aceh Timur, barubaru ini di DAS Tamiang,” sebut politisi PKS itu.

Maraknya aksi illegal logging khususnya di Aceh, dianggap berjalan mulus karena sindikat atau jaringan bisnis illegal logging bekerjasama dengan oknum-oknum yang memiliki otoritas terkait dengan keamanan, sehingga sindikat ini dalam bisnisnya berjalan lancar tanpa adanya gangguan dari pihak manapun.

Oleh karenanya, Pemerintah Aceh perlu memberdayakan kembali dan dievaluasi secara maksimal, baik Polhut dan Pamhut. Begitu juga dengan sarana dan prasarana yang mereka butuhkan juga perlu diberikan, sehingga penjagaan hutan lebih maksimal.

“Ketika hutan gundul dan hancur, maka tentu akan menjadi ancaman terhadap kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan lain,” tuturnya. Efek terasa belakangan di Aceh, khususnya adalah terjadinya konflik satwa dengan manusia yang terjadi di sejumlah kabupaten di Aceh, seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Pidie, dan Aceh Barat.

Konflik satwa yang terjadi bertahun-tahun tersebut akibat kerusakan hutan yang terus terjadi. “Sebabnya kita minta penegakan hukum perlu segera melakukan operasi tertutup, sehingga terungkap seluruh sindikat dan jaringan illegal logging khususnya di Aceh,” sebut Nasir Djamil. (b24/J)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here