Tokoh Sufi Sumut :  Kecam Oknum Pembakaran Bendera Kalimat Tauhid

0
Tokoh Sufi dan Peradaban Islam di Sumatera Utara, Tuan Guru Dr H Syekh Ahmad Sabban Rajagukguk MA. (Waspada/ist).
Tokoh Sufi dan Peradaban Islam di Sumatera Utara, Tuan Guru Dr H Syekh Ahmad Sabban Rajagukguk MA. (Waspada/ist).

*Penegak Hukum Diminta Memproses Seadil-Adilnya

DELISERDANG (Waspada): Beredarnya video berisi yang diduga oknum anggota Banser Garut membakar bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid dikecam di Sumatera Utara (Sumut). Karena itu, oknum pembakar tersebut untuk segera meminta maaf kepada umat Islam dan pihak penegak hukum untuk memproses dengan seadil-adilnya.

Tokoh Sufi dan Peradaban Islam di Sumatera Utara (Sumut), Tuan Guru Dr H Syekh Ahmad Sabban Rajagukguk MA, berbicara kepada Waspada Selasa (23/10).  “ Saya kira itu perbuatan yang sangat diluar batas kewajaran.

Ini sangat kita sayangkan dan perbuatan itu apapun alasannya dasarnya adalah sangat mencoreng nama besar umat Islam,” kata Tuan Guru Dr H Syekh Ahmad Sabban Rajagukguk MA.

Dijelaskan Tuan GuruSyekh Ahmad Sabban, pertama bahwa pembakaran itu telah mencoreng sekaligus telah menyakiti perasaan umat Islam dan kemudian, kedua pembakaran itu juga telah mengkotori kesucian kalimat tauhid.

Dirinya juga memandang bila mana oknum yang membakar tulisan tauhid tersebut karena dengan dikaitkan simbol bendera yang dilarang oleh negara yakni Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), maka dirinya mengkaji bentuk ekspresi oknum Banser tersebut caranya salah.

Sebab, kalaupun bendera itu dilarang bukan begitu tindakannya karena itu ada kalimat tauhid. Secara kewenangan itu juga bukan tugas mereka, melainkan aparatlah yang menindak kalau ada bendera-bendera yang dianggap bisa menodai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“ Kalaupun niatnya yang dibakar adalah simbol HTI, maka itu juga tidak etis karena didalamnya ada kalimat tauhid. Kalau itu kemudian dibakar karena ingin menyelamatkan karena tercecer katanya, justru semakin membuat kita malu.

Kenapa malu ?, kan vidionya sangat jelas itu, bahwa disitu ada ekspresi kebahagiaan bahwa mereka seolah-olah bersorak untuk membakar bendera, itu kok dibilang tercecer dan menyelamatkan, Ini saya khawatir bahwa sebuah kesalahan jangan ditutupi,” ungkapnya.

Disisi lain lanjut Tuan GuruSyekh Ahmad Sabban, ada bendera-bendera zionis di Papua, justru kenapa tidak ada tampak Banser atau Ansor, misalnya membakar bendera tersebut. “ Jadi sekali lagi kita tegaskan bahwa pembakaran itu tidak bisa ditolerir dan hanya satu bertaubat dan segera minta maaf minta ampun,” tegasnya.

Dalam peristiwa yang memancing kemarahaan memancing emosional sesama anak bangsa, Tuan Guru Syekh Ahmad Sabban berharap agar menyikapinya dengan hati yang dingin.

“ Jadi pesan kita, kepada semua Ormas, mari kedepan untuk mengedepankan pemahaman-pemahaman agama yang bisa menimbulkan kesejukan, baik dalam perpikir, bertindak bereskpresi.

Dan tugas aparatlah menegakkan hukum seadil-adilnya. Itu pembakar harus ditindak tegas. Artinya kalau aparat huukum menindak tegas kepercayaan pablik kembali, tapi kalau aparat hukum membiarkan, ya masyarakat akan tidak terkendali. Pada intinya kita mengutuk karena adanya kalimat tauhid yang dibakar,” tandasnya.(cel).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here