Proses Hukum Pembakar Bendera Tauhid

1
Peserta aksi damai Parade Tauhid berkumpul di depan Mapolres Tanjungbalai menyampaikan aspirasinya agar memproses hukum para pelaku dan membubarkan Banser.

TANJUNGBALAI (Waspada) : Ribuan masyarakat Kota Tanjungbalai tergabung dalam Koalisi Umat Islam Tanjungbalai Hidup untuk Jihad (KAMI TAUHID) turun ke jalan menyampaikan aspirasi terkait pembakaran bendera tauhid oleh oknum Banser, Jumat (26/10).

Koordinator aksi, Herman Ramadhana melalui pengeras suara menuntut agar pihak terkait menindak tegas oknum Banser NU yang telah menghina tauhid yang dibakar di Hari Santri Nasional di Garut. Salah satu poinnya, meminta Menkumham membekukan lembaga Ormas Banser NU karena telah membuat perpecahan di NKRI.

Ke dua, mendesak kepolisian, khususnya Polda Jawa Barat untuk bersikap netral dalam penanganan kasus pembakaran bendera tauhid di Garut. Karena, dengan dilepaskannya tiga oknum Banser pembakar bendera tersebut, maka semakin menambah luka hati Umat Islam.

Ke tiga, meminta kepada MUI Pusat agar lebih tegas dalam persoalan pembakaran bendera tauhid yang terbukti telah menginjak-injak harkat dan martabat agama Islam. Selain Herman yang akrab disapa Ade Willy ini, sejumlah orator juga berorasi seperti, Ridho Damanik, Nazmi Hidayat, Ust Ali Rukun, Surya Abdi Lubis alias Osama, Ust Zainal, dan kalangan pelajar.

Pantauan Waspada, titik kumpul dimulai usai Shalat Jumat di Masjid Raya Sultan Ahmadsyah di Jalan Mesjid. Dengan membawa alat peraga berupa bendera tauhid, merah putih, spanduk, dan lainnya. Umat Islam mulai bergerak melewati Jln Sisingamangaraja, Jln HOS Cokroaminoto, Jln. Pahlawan, Jln. Listrik, Jln Jend. Sudirman, sampai tujuan Mapolres Tanjungbalai.

Selama long march, para orator tak hentinya memberikan pernyataan, yel-yel, dan pekikan takbir. Parade dipimpin satu unit mobil komando diikuti ribuan pengunjukrasa baik yang berjalan kaki, sepeda motor, becak, maupun mobil.

Sesampainya di depan Mapolres, orator meminta kepada kepada peserta aksi untuk duduk menghindari masuknya provokator. Orator kembali membacakan tuntutannya di hadapan Kapolres Tanjungbalai, AKBP Irfan Rifai.

Hampir 45 menit menyampaikan aspirasi, Kapolres AKBP Irfan Rifai kemudian naik ke mobil komando dan memberikan tanggapannya atas aksi tersebut. Kapolres melalui pengeras suara menyatakan kasus pembakaran bendera tauhid tersebut sudah ditangani pihak kepolisian.

Kapolres meminta agar umat bersabar menunggu proses hukum yang sedang berjalan. Langkah yang dilakukan kepolisian baik Polda Jabar maupun Mabes Polri katanya dengan menggelar perkara untuk menentukan apakah mereka bersalah atau tidak.

“Percayakan preses hukum yang berjalan kepada aparat yang menanganinya, takbir, Allahu Akbar,” pekik Kapolres. Di sela aksi damai, banyak masyarakat yang sukarela memberikan makanan dan minuman gratis untuk dikonsumsi peserta aksi.

Usai menyampaikan aspirasinya, massa sekitar tiga ribuan ini membubarkan diri dengan tenang sembari membawa sampah masing-masing. (a32)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here