Dana Bos Terkuras Honorium Guru Bakti

1
KABID P. SMP Disdikbud Aceh Timur, Muslim (2 kanan) didampingi Wakakur SMPN 1 Darul Aman, Raudhatul Jannah (kanan) mendengarkan aspirasi guru terkait Juknis Dana BOS di SMPN 1 Darul Aman, Selasa (30/10). Waspada/M. Ishak/B.
KABID P. SMP Disdikbud Aceh Timur, Muslim (2 kanan) didampingi Wakakur SMPN 1 Darul Aman, Raudhatul Jannah (kanan) mendengarkan aspirasi guru terkait Juknis Dana BOS di SMPN 1 Darul Aman, Selasa (30/10). Waspada/M. Ishak/B.

IDI (Waspada): Kekurangan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) membuat kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) harus menerima guru bakti sesuai dengan disiplin ilmu yang dibutuhkan. Akibatnya, tidak sedikit dana yang bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) terkuras untuk membayar honorium guru.

“Guru PNS hanya 10 orang dan guru honor mencapai 20 orang. Honorium seluruh guru-guru bakti ini ditanggulangi dengan dana BOS, padahal secara juknis tidak dibenarkan dana BOS untuk honor guru bakti lebih dari 15 persen,” kata Zahara, guru SMPN 1 Darul Aman ketika menerima Kunjungan Kerja Kabid Pembinaan SMP, Muslim, M.Pd, ke SMPN 1 Darul Aman di Idi Cut, Selasa (30/10).

Oleh karenanya, Zahara meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat untuk menempatkan guru-guru PNS ke sekolah tersebut, seperti guru bidang studi Kesenian, Penjaskes dan lainnya. “Selama ini dana BOS terkuras untuk honorium guru bakti. Efeknya banyak kegiatan siswa yang tidak bisa teralokasikan dengan BOS,” ujarnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Muslim selaku Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Timur akan berupaya untuk menempatkan guru PNS sesuai kebutuhan di sekolah tersebut, apalagi tahun ini telah dibuka tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“Jika tersedia sesuai dengan kebutuhan maka kita akan tempatkan nanti guru PNS ke sekolah ini, tapi jika tidak tersedia maka solusi terakhir adalah pemerataan guru diseluruh Aceh Timur,” kata Muslim.

Manager BOS Aceh Timur, Sufian, dihubungi terpisah mengatakan, berkaitan dengan dana BOS yang banyak terkuras untuk honorium guru bakti dianggap bukan persoalan baru, karena rata-rata sekolah baik SD atau SMP kekurangan guru PNS di Aceh Timur.

“Juknis BOS mengatur hanya diperbolehkan 15 persen, tetapi untuk menutupi kebutuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) maka dibolehkan kepala sekolah membayar honorium guru bakti lebih dari 15 persen,” tandas Sufian. (b24/I).

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here