Komplotan Penculik Dan Penganiaya Ditangkap

0

*Seorang Oknum Polri

MEDAN (Waspada): Unit 3, Subdit III/Umum Ditreskrimum Poldasu menangkap komplotan penculik dan penganiayaan terhadap tiga orang, seorang diantara pelaku merupakan oknum Polri dalam penyergapan di Padang Bulan dan Jl. Krakatau, Medan.

Tersangka MN, 53, warga Jl. Sisingamangaraja,Kel. Teladan Barat, Kec. Medan Kota, PS, 38, oknum Polri, warga Jl. Pintu Air  VI Gang Mesjid, Kel. Kwala Bekala Medan Johor, PM alias Bangun,42, warga Jl. Pasar VII, Kel. Beringin Medan Selayang, RM, 33, warga Jl. Jaya Tani Gang Anggrek, Kel. Kwala Bekala Medan Johor.

TPP, 34, warga Jl. Luku I, Kel. Kwala Bekala Medan Johor, BH, 46, warga Jl, Luku II, Kel. Kwal aBekala Medan Johor dan DHM, warga Jl. Madura,Kel. Kebun Binjai Utara Kota Binjai.

Dirreskrimum Poldasu Kombes Pol AndiRian didampingi Wadir reskrimum Poldasu Andri Setiawan kepada wartawan, Senin (5/11) menjelaskan, ada tiga korban dalam kasus penculikan dan penganiayaan ini.

Dijelaskannya, peristiwa terjadi, Minggu (4/11) berawalnya para korban Masri, 36, Sakruddin,51 dan Nzulafri menumpangi mobil dari hotel Grand Inna menuju Jl. Ringgroad Medan.

Ketika berada di Jl. Gatot Subroto Medan, para pelaku yang mengendarai sepedamotor dan mobil menyetop kendaraan para korban. “Seorang pelaku menyuruh korban menjumpai pelaku MN di Hotel Polonia. Di hotel ini, para pelaku dianiaya oleh MN yang merupakan otak pelaku penculikan,” kata AndiRian. Lantaran situasi mulai ribut, para pelaku membawa korban ke Hotel Kristal Jl. Padang Bulan.

“Di hotel ini para korban dipisah lalu korban Masri dianiaya lagi bahkan ditelanjangi karena dianggap bos bisnis penipuan,” jelasnya. Tidak sampai disitu, setelah dianiaya, para korban dibawa ke daerah Jl. Sisingamangaraja.

“Nah saat itu, ada beberapa saksi yang melapor ke Poldasu, dalam laporannya ada penculikan,”kata Andi Rian. Setelah mendapat laporan itu, polisi langsung bergerak cepat untuk melakukan penangkapan.

“Para pelaku langsung teridentifikasi dan kita lakukan penangkapan terhadap tujuh pelaku. Enam orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka,sedangkan seorang lagi masih dalam pemeriksaan,” jelasnya.

Menurut Andi, modus penculikan dan penganiayaan ini dilator belakangi masalah investasibet coin. “Tersangka sudah banyak investasi uang hampir Rp 900 juta. Jadi otak pelaku MN berusaha meminta uang dengan cara melakukan penculikan dan penganiayaan,” sebutnya.

Kata Andi, dari pelaku yang diamankan seorang diantaranya oknum polisi PS. “Jadi awalnya MN menghubungi BH. Kemudian BH mencari para pelaku lain untuk melakukan aksi.

Oknum ini perannya menggiring para korban,”jelas dia .Selain pelaku, petugas menyita barang bukti 2 unit mobil, 3 unit kaca mata dan handphone.“Pasal yang dikenakan 333 ayat 1 KUHP dan atau pasal 170 KUHP dan atau 351 KUHP jo 55,” sebut dia. (m39/C)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here