Penyerapan Tenaga Kerja Di Sumut Didominasi Sektor Pertanian

1
Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

MEDAN (Waspada): Penyerapan tenaga kerja di Sumatera Utara (Sumut) masih didominasi di sektor pertanian, dimana status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh atau karyawan atau pegawai.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, hingga Agustus 2018, jumlah penduduk yang bekerja di Sumut sebanyak 6,728 juta orang, sedangkan yang menganggur 396 ribu orang. Dibanding setahun lalu, jumlah penduduk bekerja bertambah 362 ribu orang.

“Berdasarkan lapangan pekerjaan utama pada Agustus 2018, penduduk Sumut paling banyak bekerja pada sektor Pertanian yaitu sebanyak 2,390 juta orang (35,53%), disusul sektor Perdagangan sebanyak 1,210 juta orang (17,99%) dan Industri Pengolahan 687 ribu orang (10,22%),” kata Kepala Bidang Statistik Sosial, Badan Pusat Statistik (BPS) Mukhamad Mukhanif, dalam paparannya kemarin.

Mukhanif menyebutkan, dari seluruh penduduk bekerja pada Agustus 2018, status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh/karyawan/pegawai (40,04%). Diikuti status Berusaha Sendiri (18,80%), Berusaha dibantu buruh tidak tetap/buruh tidak dibayar (15,41%) dan Pekerja Keluarga (15,21%). Sementara penduduk yang bekerja dengan status berusaha dibantu buruh tetap memiliki persentase yang paling kecil yaitu sebesar 3,24%.

Selain itu juga disebutkan, dari 6,728 juta orang yang bekerja di Sumut, sebanyak 3,816 juta orang (56,72%) bekerja pada kegiatan informal. Selama setahun terakhir, dari Agustus 2017 yang besarnya 58%, pekerja informal turun hingga 1,28% poin.

“Pekerja formal mencakup status berusaha dengan dibantu buruh tetap dan buruh/karyawan/pegawai, sisanya termasuk pekerja informal. Berdasarkan identifikasi ini, maka pada Agustus 2018 sebanyak 2,911 juta orang (43,28%) bekerja pada kegiatan formal dan sebanyak 3,816 juta orang (56,72%) bekerja pada kegiatan informal,” jelasnya.

Mukhanif juga menyebutkan, penyerapan tenaga kerja hingga Agustus 2018 masih didominasi oleh penduduk bekerja berpendidikan rendah yaitu Sekolah Dasar(SD) ke bawah sebanyak 1,912 juta orang (28,43%), SMA sebanyak 1,667 juta orang (24,78%), SMP 1,421 juta orang (21,12%) dan SMK sebanyak 884 ribu orang (13,15%). Penduduk bekerja berpendidikan tinggi (diploma ke atas) ada sebanyak 842 ribu orang (12,52%) mencakup 200 ribu orang berpendidikan Diploma dan 642 ribu orang berpendidikan Universitas.

“Dari 6,728 juta orang bekerja, sebagian besar penduduk bekerja, yaitu sekitar 4,580 juta orang (68,07%) merupakan pekerja penuh (jam kerja minimal 35 jam per minggu). Sementara penduduk yang bekerja dengan jam kerja 1–7 jam memiliki persentase yang paling kecil yaitu 2,37%,” pungkasnya.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Sumatera Utara (USU) Wahyu Ario Pratomo menyebutkan, memang sektor pertanian merupakan sektor yang dapat menyerap tenaga kerja terbesar, karena sektor pertanian memiliki kontribusi terhadap perekonomian Sumut cukup besar.

“Selain sebagai sektor yang memiliki kontribusi terhadap perekonomian, sektor pertanian menjadi pekerjaan utama masyarakat di pedesaan sehingga menyerap tenaga kerja yang besar,” ujarnya.

Wahyu juga menyebutkan, berdasarkan status pekerjaan pada umumnya lebih banyak yang berstatus karyawan. Penyerapan tenaga kerja yang meningkat menunjukkan perekonomian Sumut berjalan cukup baik.

“Hanya saja pemilik usaha dengan buruh tetap menurun, sedangkan pengusaha yang dibantu tidak tetap meningkat. Angka ini mengindikasikan jumlah pengusaha informal di Sumut meningkat. Demikian juga pekerja keluarga tidak dibayar juga meningkat,” jelasnya. (m41)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here