Dua Muslimah Pertama di Kongres AS

0
Ilhan Omar (kiri) dan Rashida Tlaib

WASHINGTON, AS (Waspada): Rashida Tlaib dan Ilhan Omar menjadi dua Muslimah pertama yang duduk di Kongres dalam pemilihan sela Amerika Serikat, Selasa (6/11) waktu setempat.

Tlaib, yang merupakan mantan anggota dewan dan politikus Partai Demokrat dari Negara Bagian Michigan ini berhasil menang telak dengan 70 persen suara. Wanita 42 tahun tersebut menjadi salah satu Muslimah yang sejak awal diyakini akan menang dalam pemilihan sela.

Talib memenangi suara pada pemilihan umum (Pemilu) Distrik Kongres ke 13 yang mencakup wilayah Detroit. Sebelumnya wilayah itu dipegang oleh John Concyers, dari Partai Demokrat yang mengundurkan diri awal tahun lalu karena kasus pelecehan seksual.

Di sisi lain tidak ada kandidat Partai Republik lain yang maju. Tlaib pun tanpa rintangan dan dengan mudah memenangkan pemilu di distrik Michigan yang demokratis. Menurut laporan Pusat Penelitian Pew, pemilihan Tlaib merupakan terobosan baru bagi Kongres yang kini memiliki dua anggota parlemen Muslim.

Sebagai titik perbandingan, hanya 0,4 persen dari Kongres adalah Muslim. “Ini bukan hanya berada di sana dan pamer kepercayaan agama Anda,” ujar Tlaib dalam wawancara dengan CNN. “Saya selalu memberi tahu orang-orang bahwa saya membagi Islam dengan cara yang sangat penting, cara yang berdampak, melalui layanan publik,” tukasnya lagi.

Menurut situs kampanyenya, Tlaib merupakan wanita Muslim pertama yang terpilih menjadi anggota parlemen Negara Bagian Michigan. Dia adalah putri imigran Palestina yang merupkaan penduduk asli Detroit.

Omar menyusul jejak Tlaib dan menjadi perempuan Muslim pertama yang mengenakan jilbab di Kongres. Omar dengan mudah memenangi pemilihan di distrik  Minnesota. Distrik ini berada di kawasan Minneapolis yang sebelumnya diwakili oleh Keith Ellison.  Ellison telah mewakili distrik itu selama enam periode sebelum akhirnya dia menjabat di kejaksaan agung.

Omar, 36, merupakan seorang imigran Somalia. Ia berimigrasi ke AS saat remaja. Ia mengalahkan kandidat dari Partai Republik Jennifer Zielinski. Distrik Minnesota telah memungkinkan politik progresif untuk berkembang.

Omar terpilih sebagai kandidat demokrat di distrik yang berhaluan kiri ini dengan program kesehatan untuk semua, upah minimum  US$15 dan kuliah gratis. Ia mengatakan, ‘politik ketakutan’ yang ditawarkan oleh  Presiden Donald Trump memotivasinya untuk ikut dalam pemilihan ini.

Sebelumnya, Omar kerap menghadapi serangan Islamofobia selama berkampanye. Ia dituduh  pernah menikah dengan saudara laki-lakinya dan memiliki hubungan dengan teroris.

Laura Loomer, seorang provokator sayap kanan dan jurnalis yang dikenal anti-Muslim, pernah merusak acara kampanye Omar dan Tlaib. Ia bertanya dengan keras tentang Hamas dan aurat perempuan. Namun serangan-serangan itu tidak memengaruhi para pemilih. (cnn/vox/And)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here