Polres Simalungun OTT Pegawai PDAM Tirta Lihou

1
Kapolres Simalungun AKBP M Liberty Panjaitan didampingi Kasat Reskrim AKP Ruzi Rusman saat gelar press release terkait kasus OTT pegawai PDAM Tirta Lihou, kasus pencurian dan kasus kekerasan terhadap anak di Aspol Jalan Sangnaualuh P.Siantar, Rabu (7/11).(Waspada/Hasuna Damanik).
Kapolres Simalungun AKBP M Liberty Panjaitan didampingi Kasat Reskrim AKP Ruzi Rusman saat gelar press release terkait kasus OTT pegawai PDAM Tirta Lihou, kasus pencurian dan kasus kekerasan terhadap anak di Aspol Jalan Sangnaualuh P.Siantar, Rabu (7/11).(Waspada/Hasuna Damanik).

SIMALUNGUN (Waspada): Polres Simalungun melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pegawai PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Tirta Lihou, ES, 41.

ES yang berstatus sebagai kasir di perusahaan milik Pemkab Simalungun itu diamankan di warung kopi di Dusun Pagar Jandi Tappe-tappe, Nagori (desa) Mariah Buttu, Kec. Silau Kahean, Kab. Simalungun dengan barang bukti uang  Rp11.200.000.

” ES diamankan, Jumat (2/11), di warung salah satu warga di Nagori Mariah Buttu. Dalam OTT itu dari tangan ES diamankan barang bukti dua plastik berisi uang dengan nilai Rp.3.500.000 dan Rp.7.700.000,” beber Kapolres Simalungun, AKBP M Liberty Panjaitan didampingi Kasat Reskrim AKP Ruzi Rusman, saat menggelar press release di Aspol Jalan Sangnaualuh, P.Siantar, Rabu (7/11).

ES yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, terkena OTT saat melakukan pengutipan uang pemasangan sambungan rumah (SR) kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam program hibah air minum tahun 2018 di Kab. Simalungun.

” Seyogianya biaya pemasangan sambungan ke rumah gratis dan itu merupakan program nasional, tetapi oleh ES dipungut biaya Rp. 1,5 juta per KK,” jelas Kapolres.

Secara rinci Liberty belum mengetahui berapa jumlah total yang sudah dikutip oleh ES. Dari pengakuan ES sendiri uang yang dikutip dari warga sebesar Rp. 1,5 juta per KK itu, Rp.1 juta disetor ke kas PDAM, selebihnya Rp. 500 ribu untuk biaya operasiobalnya.

Terkait kasus OTT ini, pihak penyidik Polres Simalungun sudah memanggil Dirut PDAM Tirta Lihou, Betty Rohdearni Sinaga. Namun, panggilan tersebut belum dipenuhi dengan alasan tertentu.

” Untuk tiga hari ke depan, surat panggilan ke dua akan dilayangkan kembali. Bila juga tidak dipenuhi, maka akan dilakukan upaya paksa,” ujar Kapolres seraya mengatakan, kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus itu setelah pemeriksaan para saksi.

Selain merilis kasus OTT pegawai PDAM Tirta Lihou, sebelumnya ditempat yang sama juga dilakukan press release terkait tindak kriminal pasal 363 dan kekerasan terhadap anak yang menimbulkan korban jiwa balita usia 3 tahun atas nama Karolina Galingging, warga Huta III Nagori Bosar Nauli, Kec. Hatonduhan Kab. Simalungun.

Kapolres menjelaskan, pihaknya berhasil membekuk pelaku pencurian di Indomaret di Halan Sidamanik, Nagori Bahliran, Kec. Sidamanik., yang terjadi September lalu.

Dua dari tiga pelaku berhasil ditangkap, masing-masing berinitial BL alias Budi, 39, warga Kampung Juani Kec. Perbaungan, Serdang Bedagai dan HI, 39, warga Desa Sumber Padi, Kec. Limapuluh, Kab. Batubara. BL alias Budi ditangkap di Pulau Simardan, Kelurahan Perwira, Kec. Tanjung Balai Selatan, Kota Tanjung Balai. Sedangkan HI, 39, ditangkap dekat rumahnya dan karena melawan saat hendak diamankan, petugas terpaksa memberi hadiah timah panas dikaki HI. ” Keduanya berhasil diamankan di dua tempat berbeda, pada Sabtu (3/11),” terang Kapolres

Sedangkan AZ warga Pematangsiantar yang menjadi teman BL alias Budi dan HI membongkar Indomaret di jalan Sidamanik tersebut berhasil kabur.  Ke dua tersangka mengaku bahwa hasil penjualan barang jarahan mereka hanya Rp.4,5 juta, dibagi rata. Sedangkan kerugian yang diderita pelapor mencapai Rp. 17 juta.

Sementara, terkait kasus tewasnya balita bernama Karolina Galingging korban kekerasan yang dilakukan oleh tantenya (adik ibunya). Dalam press release itu, tersangka RN, 13, yang masih duduk dibangku kelas 8 sengaja tidak dihadirkan karena masih dibawah umur.

Kata Kapolres, sesuai hasil autopsi dari RS Djasamen Saragih, tertanggal 4 Nopember 2018, bahwa Karolina Galingging sebelum meninggal dunia mendapat tindakan atau perlakuan tidak wajar. Dari hasil pemeriksaan bagian dalam dan luar dibuktikan adanya pendarahan dibagian rongga tengkorak, luka memar dipipi dan lengan.

Kejadiannya Kamis (1/11), Korban sempat dibawa ke Puskesmas, lalu dirujuk ke RS Harapan P.Siantar. Kemudian Sabtu (3/11), korban meninggal dan disemayamkan ke rumah duka di Huta III Nagori Bosar Nauli, Kec  Hatonduhan. Tetapi, sebelum dikebumikan petugas Polsek Tanahjawa datang meminta supaya korban jangan dulu dikebumikan, karena ada kecurigaan kematian korban tidak wajar.

” Yang mengejutkan, saat kedatangan petugas, tiba-tiba RN lari ketakutan, sehingga keyakinan pihak polisi semakin kuat, bahwa ada yang tidak beres atas meninggalnya korban.

Akhirnya, mau tidak mau keluarga memberi izin kepada petugas untuk membawa mayat korban guna pengambilan visum dan hasilnya benar korban meninggal akibat ada kekerasan,” kata Kapolres, sembari menunjukkan foto kamar mandi tempat dimana tersangka RN melakukan kekerasan kepada korban. Sedangkan keberadaan RN saat ini tidak ditahan, namun tetap dalam pengawasan.(a29)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here