5 Nelayan Langkat Dipulangkan, 11 Masih Ditahan Di Malaysia

1
PARLINDUNGAN Purba di dampingi Kasi Unit Alfa Imigrasi Kualanamu Indra Bangsawan memberi pengarahan kepada kelima nelayan yang dipulangkan di KNIA. Waspada/Irianto
PARLINDUNGAN Purba di dampingi Kasi Unit Alfa Imigrasi Kualanamu Indra Bangsawan memberi pengarahan kepada kelima nelayan yang dipulangkan di KNIA. Waspada/Irianto

DELISERDANG (Waspada): Lima nelayan asal Kab. Langkat Provinsi Sumatera Utara diduga melanggar tapal batas perairan dipulangkan melalui Kualanamu International Airport (KNIA), Kamis (8/11) pukul 12:00. Sedangkan 11 lagi masih ditahan di Malaysia.

Informasi dihimpun waspada, kelima nelayan dipulangkan dengan pesawat Lion Air dari Penang, Malaysia. Mereka adalah, Ismail Bin Yusof,35, Nazri Bin Riduan, 34,Armansyah Bin Musahirin,35,Juriansyah Bin Sapiruddin,36 dan Imam Sapii Bin Rusli,36.

Pemulangan kelima nelayan difasilitasi Anggota DPD RI Parlindungan Purba serta instansi terkait lainnya. Saat tiba di KNIA, para nelayan dijemput Parlindungan Purba dan Kasi Unit Alfa Imigrasi Kualanamu Indra Bangsawan, serta keluarga nelayan.

Parlindungan Purba menyatakan prihatin terhadap nasib kelima nelayan. Senator asal Senayan ini berharap kejadian serupa tak terulang lagi. Pemerintah daerah terkait diminta lebih intens dalam memberikan sosialisasi terhadap nelayan.

Sehingga ke depan tak ada lagi nelayan khususnya asal Sumut yang ditahan, karena persoalan tapal batas. Terkait pemulangan nelayan, Parlin memberi apresiasi terhadap pejabat terkait seperti Konjen RI di Pulau Penang dan KKP. “Jadi adanya koordinasi yang baik, sehingga 5 nelayan yang sempat ditahan bisa dipulangkan,” katanya.

Kasi Penanganan Awak Kapal, Direktorat Penanganan Pelanggaran Ditjen PSDKP Kementerian Kelautan dan Perikanan Pratiwi Budiarti, SH, MM menyatakan, selain 5 nelayan dipulangkan, masih ada 11 nelayan (6 dari Langkat dan 5 dari Aceh) ditahan di Malaysia dalam kasus sama.

Juriansyah, mewakili kelima nelayan mengaku tak tahu soal tapal batas perairan Malaysia. Dia bersama temannya ditahan sejak 15 Maret 2018 saat melaut. “Kami tentu mengucapkan terimakasih kepada instansi terkait atas pemulangan ke tanah air,” katanya.(cir)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here