Dewan Minta Dinas PUPR Aceh Serius Kerjakan Proyek

0
Waspada/dede Terlihat proyek pembuatan saluran beton yang berada di Lingkungan Gampong Jawa, Kec. Langsa Kota, belum dipasang balok tariknya, foto direkam, Kamis (8/11).
Waspada/dede Terlihat proyek pembuatan saluran beton yang berada di Lingkungan Gampong Jawa, Kec. Langsa Kota, belum dipasang balok tariknya, foto direkam, Kamis (8/11).

LANGSA (Waspada): Anggota DPRK Langsa, Samsul Bahri SH, meminta Pemerintah Aceh melalui Dinas PUPR Aceh serius dalam menangani proyek pembuatan saluran beton yang berada di Lingkungan Gampong Jawa, Kec. Langsa Kota menggunakan anggaran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun 2018 yang dinilai asal jadi.

“Setelah kita cek di lokasi serta hasil dari laporan masyarakat setempat, maka kami menyimpulkan bahwa pembuatan saluran beton memang tidak sesuai spek yang artinya balok tarik harus dipasang senyawa dengan dinding parit,” tegas Samsul alias Robert kepada wartawan, Kamis (8/11).

Dijelaskannya, pada saat melakukan pengecoran dinding parit juga masih terdapat bagian bibir parit ada yang tinggi dan rendah, sepertinya pihak rekanan tidak mengecek ulang hasil kerjaan pekerjaanya.

Lalu yang sangat urgen di lokasi kita temukan adukan material yag kotor yang semestinya tidak boleh digunakan. “Kita sangat kesalkan pihak rekanan yang menggunakan material kotor, seharusnya digunakan kerikil bersih agar dalam pelaksanaan dapat menghasilkan bangunan yang kokoh dan bermutu tinggi,” jelas Robert.

Begitupun, dalam hal ini Pemerintah Aceh melalui Dinas PUPR Aceh agar memberikan teguran kepada pihak rekanan agar menggunakan material maupun mengerjakan proyek dimaksud lebih baik lagi, karena apapun dalihnya dana anggaran yang digelontorkan tersebut adalah milik rakyat Aceh. 

“Gunakan sebaik-baiknya anggaran tersebut karena uang tersebut milik masyarakat Aceh, jangan asal jadi dan terkesan mengenyampingkan kualitas,” pinta Robert yang juga Ketua Fraksi Partai Aceh (PA) Kota Langsa.

Seperti diberikan sebelumnya pembuatan saluran beton yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) dengan no. kontrak 620.5/32/11.74/PLPIPERKIM-APBA 2018 dan nilai kontrak Rp627.700.000 terkesan dikerjakan asal jadi oleh pihak rekanan.

Adapun pihak perencanaan CV Bea Consultant dan pihak pelaksana proyek yakni CV Muzulti serta pengawasan CV Alfa Konsultan. Dimana proyek tersebut dikerjakan seperti membuat parit ular alias berkelok-kelok dan pada dindingnya juga tidak rapi. (m43)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here