Dorong Masyarakat Muslim Jadi Pengusaha

1
Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Sumut Ivan Iskandar Batubara memberikan cenderamata kepada pembicara pada diskusi dan koordinasi pemberdayaan ekonomi umat Sumut. Waspada/Anum Saskia/C
Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Sumut Ivan Iskandar Batubara memberikan cenderamata kepada pembicara pada diskusi dan koordinasi pemberdayaan ekonomi umat Sumut. Waspada/Anum Saskia/C

MEDAN(Waspada): Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, diminta melakukan pemetaan pengusaha muslim di Sumut, dan mendorong masyarakat menjadi pengusaha.

Hal itu guna menurunkan angka pengangguran yang jumahnya cukup tinggi.Hal itu terungkap saat berlangsungnya diskusi dan koordinasi pemberdayaan ekonomi umat Sumut, Rabu (7/11), dengan peserta kegiatan perwakilan MUI kabupaten/kota, para pengusaha dan organisasi berbasis usaha.

Sedangkan narasumber lain dari Kadin Sumut H.Ivan Iskandar Batubara dan Pakar Ekonomi UINSU Dr Muhammad Ridwan MA. Pembicara Ivan Iskandar Batubara selaku Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Sumut mengakui, adanya peningkatan angka pengangguran.  Bahkan, data yang ad ajumlah pengangguran terbuka di Sumut mencapai 428.794.

Dimana mereka ini tergolong pada tidak punya pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan. Tidak punya pekerjaan tapi sedang mempersiapkan usaha, tidak punya pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan, serta sudah punya pekerjaan tetapi belum memulai pekerjaan.

“Jika umat Islam ada didalamnya, tentu harus dipikirkan.Kita sangat setuju untuk melakukan aksi nyata, agar mereka itu akhirnya memilih jalur usaha untuk hidup dan kehidupanya.

Itulah mengapa Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat,  MUI Sumut menggelar diskusi, bergandengan dengan lembaga lain seperti perbankan, agar ada titik temu jika ingin menjadikan umat Islam ini pengusaha dan umat muslim lainnya sepakat untuk membeli hasil usaha itu.

Sinergilah yang harus kita bangun,” kata Ivan yang berbicara terakhir kali dalam jabatanya sebagai Ketua Komisi Pemberdayaan Ekonomi MUI Sumut. Ivan juga mengajak lembaga lain yang kompeten untukmendorong terwujudnya pengusaha muslim yang handal.

“Memang kendala yang sering muncul adalah modal usaha, padahal tidak selamanya begitu. Maka sangat perlu memotivasi mereka agar tumbuh semangat wirausaha dengan mengedepankan kemauan.

Ada juga yang merintis usaha dari modal kecil, karena tekun mereka berhasil. Ada juga yang bermodal usaha hanya kemauan kuat dengan menjalankan usaha oranglain dan akhirnya bisa membuka usaha sendiri,” tuturnya.

Dia berharap peserta diskusi dan narasumber terutama dari perbankan, bisa memberi solusi kepada masyarakat, jika alasan modal usaha dan bagaimana bank yang ada bias mendanainya. (m37/J)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here