Embargo AS, Upaya Lumpuhkan Kekuatan Islam

0

MEDAN (Waspada): Langkah Amerika Serikat (AS) memberi sanksi ekonomi (embargo) terhadap Iran, merupakan upaya melumpuhkan kekuatan Islam. Sebab Iran terus menantang negara adidaya tersebut.

“Tidak pernah takut dengan AS. Umat Islam harus bersatu mendukung Iran sebagai salah satu negara muslim terkuat saat ini,” ujar Tokoh Sufi Sumut Tuan Guru Sabban Rajagukguk kepada Waspada, Rabu (7/11), terkait sanksi ekonomi yang diberikan AS terhadap Iran, lantaran Iran tidak mau meninggalkan upaya pembangunan rudal balistik.

Adapun sanksi tersebut berisi pelarangan total impor minyak negara lain terhadap Iran. Hal ini tentunya dapat melumpuhkan ekonomi Iran. Kata Sabban, secara historis sejak dulu sebenarnya pertikaian ini sudah terjadi lantaran Iran termasuk negara Islam terkuat yang memiliki idealisme anti terhadap AS.

“Berbeda dengan Arab Saudi negara yang melunak dengan AS, salah satu bentuknya kerjasama dengan  Konsorium Ekonomi Amerika bahkan zionis Israel. Misalnya di depan Baitullah atau kawasan Masjidil Haram itu sudah ada hotel Hilton,” kata Sabban yang juga staf pengajar mata kuliah Komunikasi Internasional di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).

Menurut dia, berbeda dengan Arab Saudi hubungan ekonomi AS bagus. “Namun posisi Arab Saudi melemah dan takut terhadap AS. Sedangkan Iran ditakuti AS dan Israel karena idealisme mereka anti terhadap AS,” tuturnya.

Sebab itu, kata Sabban, umat Islam di dunia harus bersatu, jangan sampai Iran sebagai negara muslim terkuat hancur lebur oleh AS. “Secara politik global, negara muslim dari mahzab apapun harus bersatu supaya kuat.  Kita tidak berdaya kalau tidak bersatu,” sebutnya.

Terlebih untuk Arab Saudi yang memiliki posisi sangat strategis. Sangat disayangkan negara itu memihak AS. “Kita harus belajar dari tragedi Irak. Dasar AS memusnakan Irak karena senjata pemusnah massal sama sekali tidak terbukti,” ujarnya.

Jika hal itu terjadi, Islam akan lemah di peta global. Islam tidak akan bisa bersaing secara global. “Negara Islam jangan melunak, harus bersatu karenanya Iran perlu mendapat dukungan dari umat muslim, jangan ada dinding mahzab yang membatasi umat Islam untuk  bersatu, selagi masih satu syahadat,” katanya.

Dijelaskannya, Iran merupakan dengan Islam kuatnya yang masih mempertahankan idealisme yakni meninggikan Islam. Umat Islam harus bersatu agar tidak dihancurkan satu persatu oleh AS.

Sementara itu, Sekertaris MUI Sumut Dr Ardiansyah MA mengatakan, embargo ekonomi yang dilakukan AS terhadap Iran, merupakan bukti Iran negara Islam kuat yang ditakuti AS, sebab saat ini mereka tidak punya saingan terkuat lantaran Rusia sudah mulai melemah.

“Untuk itu, negara di dunia muslim harus menyusun barisan bersama. Perang saudara membuka mata kita bahwa pertikaian kaum muslimin melemahkan kita, sementara ada pihak  lain yang menggerogoti umat Islam,” tuturnya.

Bagi Ardiansyah, upaya AS untuk melumpuhkan Iran, merupakan cerita lama yang terus berlarut-larut. Lantaran tidak ada negara yang mampu menekan AS secara politik. “Karena itu, Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, harus menjadi negara kuat dari segi politik ekonomi dan militer.

Tentunya dengan persatuan dan kesejahteraan masyarakatnya agar kedepannya bisa berbicara lebih banyak di dewan keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB),” katanya.(cru/J)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here