Lima Menit Fantastis MU

1
KIPER David de Gea dan gelandang Juan Mata (kanan), merayakan kemenangan MU atas Juventus di Allianz Stadium, Turin, Italia, Rabu (Kamis WIB). AP
KIPER David de Gea dan gelandang Juan Mata (kanan), merayakan kemenangan MU atas Juventus di Allianz Stadium, Turin, Italia, Rabu (Kamis WIB). AP

TURIN, Italia (Waspada): Manchester United bangkit dari ketinggalan dengan mencetak dua gol dari tendangan bebas untuk memukul Juventus 2-1 pada matchday 4 Liga Champions Grup H di Allianz Stadium, Turin, Italia.

Dua gol penentu kemenangan Setan Merah MU itu, Rabu (Kamis WIB), tercipta dalam kurun waktu lima menit terakhir waktu normal. Gol larut itu menguburkan gol spektakuler Cristiano Ronaldo saat membawa Super Juve unggul lebih dulu.

“Sungguh lima menit fantastis, ini malam yang sangat baik bagi kami. Ini akan memberi kami momentum bagus dan beberapa hari menyenangkan jelang laga berikutnya,” klaim Juan Mata, gelandang United asal Spanyol.

“Untuk mendapatkan tiga poin melawan Juventus di Italia sungguh luar biasa. Mereka tim papan atas. Tetapi kami mencetak gol dengan dua peluang terakhir dan kami layak mendapatkannya,” tegas Mata, seperti dilansir Reuters, Kamis (8/11).

Superstar Ronaldo membawa Juve unggul lebih dulu menit 65. Berawal dari umpan lambung bek Leonardo Bonucci, tendangan sentuhan pertama top skor sepanjang masa Liga Champions itu mulus menaklukkan kiper David de Gea.

Pergantian ganda pun dilakukan manajer Jose Mourinho menit 79 untuk meningkatkan tekanan The Red Devils. Mata dan Marouane Fellaini masuk menggantikan Ander Herrera dan Marouane Fellaini.

Tujuh menit kemudian Mata menyamakan kedudukan dengan mengeksekusi tendangan bebas yang tak mampu dijangkau kiper Wojciech Szczesny, setelah Paul Pogba dilanggar Blaise Matuidi.

Empat menit berselang, pelanggaran dilakukan Andrea Barzagli terhadap Marcus Rashford. Anthony Martial mengambil tendangan bebas dengan melepaskan umpan lambung ke dalam kotak penalti.

Bola yang disambut Fellaini berusaha dihalau Szczesny, namun tak sempurna. Bola itu mengenai Bonucci kemudian Alex Sandro sebelum masuk ke dalam gawang Si Nyonya Tua.
“Top, kami tampil di level tinggi. Kami punya sekitar lima menit untuk bangkit dan tapi tim terus berupaya sampai saat-saat terakhir,” tutur Mourinho.

Dia pun tak lupa meminta maaf karena menghampiri tribun pendukung Juve dan melakukan selebrasi provokatif saat merayakan sukses tim asuhannya.

“Saya diejek selama 90 menit. Saya datang ke sini untuk melakukan pekerjaan, tidak lebih. Saya tidak menyerang siapa pun pada akhir pertandingan,” dalih pelatih asal Portugal itu.

“Dengan kepala dingin, saya tidak perlu melakukannya. Tapi ketika keluarga saya dihina, termasuk keluarga Inter Milan, saya akan bereaksi seperti ini,” tambah Mourinho.

Hasil ini membuat Super Juve gagal lolos cepat, kendati masih memimpin klasemen Grup H dengan kemasan 9 poin. MU menduduki posisi kedua nilai 7, unggul dua angka di atas Valencia yang pada laga lainnya melibas Young Boys 3-1.

Satu-satunya cara MU mencetak gol adalah dari bola mati dan kami memberi mereka kesempatan itu,” sesal allenatore Juve Massimiliano Allegri.

“Kami tampil dominan selama 90 menit, punya tiga atau empat kesempatan menuntaskan laga lebih cepat, tapi kami malah santai dan dihukum. MU tidak melakukan apa pun untuk bisa menang,” timpal Ronaldo. (m15/rtr/fi)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here