Kapolda Tinjau Pulau Terluar Di Nisel, Antisipasi Penyelundupan Dan Terorisme

1
Kapoldasu Irjen Agus Andrianto disambut pelajar saat berkunjung ke Nias Selatan. Waspada/Ist
Kapoldasu Irjen Agus Andrianto disambut pelajar saat berkunjung ke Nias Selatan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto bersama pejabat utama (PJU) melakukan pemantauan dan pengecekan kedaerah pulau terluar di Nias Selatan guna mengtisipasi penyelundupan narkoba, ilegalfishing dan berkembangnya terorisme di Sumut, Kamis (8/11).

Pemantauan itu dilakukan menggunakan kapal cepat MV Mentawai Past, ke Pulau Telo, Pulau Sibele dan juga Pulau Hibala. Saat melakukan perjalan, kapal yang ditumpangi rombongan Kapolda sempat terhenti dan mati mesin akibat diterjang ombak setinggi dua meter karena kondisi cuaca yang sedang buruk.

Dijelaskannya, pengecekan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi pulau terlua rdan masyarakatnya. Selain itu, juga untuk mengantisipasi penyelundupan dan terorisme.

Pulau yang dipantau pulau terluar di Sumut yang memang berbatasan dengan provinsi lainnya. “Ini dilakukan agar kita mendengar langsung dari masyarakat mengenai kondisinya,”sebutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Jenderal bintang dua ini juga mensosialisasikan bahaya paham radikal dan terorisme agar tidak berkembang di masyarakat. Selain itu pihaknya juga melakukan pengecekan terhadap persiapan menjelang dilaksanakannya Pemilu 2019.

Apalagi Sumut merupakan Provinsi yang sangat luas. Karenanya, untuk membuat Sumut aman, damai dan kondusif, tentu tidak terlepas dari peran serta masyarakat yang membantu tugas tugas Polri.

“Sumatera Utara itu sangat luas dan luar biasa. Karenanya, inilah salah satu upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi berkembangnya paham radikal dan terorisme di masyarakat. Kalau untuk persiapan Pilpres dan Pileg, Alhamdulillah semunya berjalan lancar dan terkendali,” jelasnya.

Pengecekan pulau terluar ini dilakukan sebagai rangkaian kunjungan kerja Kapoldasu di hari ketiganya di Nias Selatan. Disamping itu, Kapolda juga mensosialisasikan program 100 hari kerjanya yaitu bagaimana mengatasi kemacatan, menertibkan baliho dan pos polisi yang berdiri diluar tempat yang ditentukan, dan juga mendorong dan mensukseskan program Kapolri menjadi Polri yang Promoter dalam melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat. (m39/C)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here