Erucakra & C MAN Gebrak “Rise Of The Kingdom” Korsel 2018 Tampil Perdana Di Once In A Blue Moon Jazz Club Seoul

0

Waspada (SEOUL): Erucakra & C Man menjadi salah satu bintang tamu Yongin Jazz Festival 2018 hari pertama 14 November di Yongin Poeun Art Hall Korea Selatan, yaitu Festival Jazz terbesar di Yongin Korea Selatan tahun ini. Dengan bertemakan Rise Of The Kingdom-Sriwijaya Kronologi, Erucakra & C Man membawakan lagu komposisi Neo Progressive Jazz yang dipadu adaptasikan dengan nada-nada khas Sumatera Utara seperti Mandailing Onang Onang, Karo dan Batak Erucakra menuturkan bahwa dalam bermusik pun kita bisa mengangkat satu tema, dimana imajinasi kita bisa dituangkan melalui media musik, termasuk pada kesempatan kali ini kami membawa tema Kronologis kerajaan Sriwijaya yang dulu terkenal di Nusantara bahkan sampai keseluruh dunia.

Selain Rise of the Kingdom, Erucakra & C Man juga membawa lagu-lagu tradisional yang dikomposisi dan adaptasi ulang seperti Piso Surit yang dipadukan dengan Beat Box oleh Ari Ridwan, Sigulempong yang dikonsep dengan gaya Batak Groove dibalut dengan adaptasi komposisi grup musik Weather Report “Bird Land” membuat penonton ikut bertepuk tangan dan “Blast” ciptaan Marcus Miller kembali diadaptasi oleh Erucakra & C Man dengan tema/judul “Rajendra” diambil dari cuplikan karya kolosal Erucakra Mahameru Rise Of The Kingdom-Episode Rahwana I dan II menggambarkan dan mengilustrasikan kekuasaan seorang Raja digjaya yang ingin menguasai dunia seperti dalam kisah Ramayana dimana ini juga menggambarkan obsesi besar Rajendra Chola King I untuk meruntuhkan kerajaan maritim terbesar Nusantara Sriwijaya diabad silam dalam pertunjukan ini digabungkan teknik permutasi nada Sitar Bass oleh Radhian Syuhada yang cukup memukau dan mengundang tepuk tangan dan rasa hormat ratusan penonton Korea Selatan di panggung kolosal state-of-the-art teatrikal Yongin Poeun Art Hall.

Penampilan Erucakra & C Man diawali dengan, Brian Harefa (Saxophone) dan Heri Syahputra (Keyboard/Synthesizer) memainkan lagu Tanah Airku ciptaan Ibu Sud sebagai pembawa Integritas band dari Indonesia, yang dikonsep dengan gaya Smooth Jazz. Kemudian disusul lagu Balap Liar (The Wild Race) ciptaan Erucakra Mahameru dimana lagu tersebut telah masuk dalam daftar ASCAP (American Society of Composers, Authors and Publishers).

Lagu Balap Liar (The Wild Race) menampilkan kegesitan teknik permainan slap dan improvisasi nada-nada Bass dan teknik Super Locrian dan Synthetic Modal Jazz Scale pada Gitar. Disusul juga dengan penampilan solo Drums Rusfian Karim yang menunjukkan teknik Ostinato yang membuat penonton bertepuk tangan secara spontan.

Penampilan Erucakra & C Man tersebut mendapat sambutan luar biasa dari para penonton yang hadir di Yongin Jazz festival 2018, Prof Phil Yoon yang menjabat sebagai Direktur Festival dan Program Acara memgakui bahwa musik Erucakra & C Man sangatlah berbeda dengan musik yang ditampilkan oleh artis-artis Jazz lainnya, karena pada dasarnya musik Jazz Korea masih berkiblat pada jenis genre Tradisional Jazz (seperti Swing dan Bebop). Kali ini masyarakat Korea mendapat satu kesempatan besar untuk melihat genre musik Jazz yang baru, yang bisa menjadi salah satu pengaruh yang akan meramaikan gaya musik Jazz di Korea nantinya.

Seperti juga dilansir media online dan surat kabar regional Joonboo yang meliputi Provinsi terbesar Korsel Gyeonggi-do dan Incheon-Erucakra merupakan tokoh Jazz terkenal saat ini yang berpengaruh dalam transformasi Jazz Tradisional menuju ke Jazz Kontemporer di Korsel.

Disebutkan dalam laporan media online/surat kabar harian Joonboo tentang album baru Erucakra & C Man yang berjudul Rise Of The Kingdom-Sriwijaya Kronologi dimana karya kolosal tersebut ditampilkan juga di Jazz Club termewah dan ekslusif kota Seoul-Once In A Blue Moon pada 15 November penampilan perdana Erucakra & C Man mendapat sambutan meriah dari padatnya pengunjung Jazz eksklusif kota Seoul. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here