Tenaga Honorer Beberkan Pungli Perekrutan PNS

1
PARA tenaga honorer saat menggelar aksi di depan Gedung DPRK Aceh Barat, Senin (19/11) Waspada/Dedi Iskandar/B
PARA tenaga honorer saat menggelar aksi di depan Gedung DPRK Aceh Barat, Senin (19/11) Waspada/Dedi Iskandar/B

MEULABOH (Waspada): Unjukrasa dilakukan seratusan tenaga honorer kategori dua (K-2) di Gedung DPRK Aceh Barat, Senin (19/11) di Meulaboh nyaris ricuh, setelah mereka gagal menggelar aksi karena tak adanya surat izin dari pihak kepolisian.

Menurut mereka, sebagian tenaga honorer K-2 di Aceh Barat yang lulus PNS diduga membayar. Dalam salinan fotokopi yang diperlihatkan, memuat nama penerima uang dengan jumlah yang disetorkan senilai Rp 15 juta hingga Rp 45 juta/orang, yang diserahkan terkait pengurusan CPNS untuk tiga orang tenaga honorer.

“Kami kecewa, setelah bertahun-tahun menunggu kejelasan untuk lulus PNS, malah tak pernah ada kabar. Padahal informasi ini sudah kami tunggu sejak 2015,” kata Irfan, salah satu peserta aksi kepada wartawan.

Ia mengaku terpaksa memperlihatkan bukti salinan kwitansi yang mereka peroleh dengan harapan persoalan honorer K-2 diangkat sebagai PNS di Aceh Barat segera dituntaskan dan ada kejelasan.

Apalagi pada 2015, Pemkab Aceh Barat bersama DPRK sudah berkomitmen mengusut honorer siluman. Namun faktanya malah ada yang lulus secara diam-diam. “Apa harus setor uang dulu baru bisa lulus PNS,” katanya.

Mereka berjanji akan kembali menggelar aksi di DPRK Aceh Barat, Kamis (22/11). Sebelumnya, Ketua DPRK Aceh Barat Ramli, SE di hadapan pendemo mengatakan,untuk sementara tidak bisa menerima pendemo karena kegiatan itu belum mengantongi izin.

“Saya minta maaf, karena belum ada izin dari polisi kedatangan bapak dan ibu belum bisa kami terima,” katanya berjanji setelah mengantongi izin, dia akan menerima kedatangan massa ke DPRK.(b01/ded/C)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here