Wali Kota Berang Proyek DOKA Berselemak

0
WALI Kota Langsa Usman Abdullah didampingi Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Kota Langsa Dra Suhartini saat memeriksa proyek DOKA di dinas tersebut, Senin (19/11). Waspada/dede/B
WALI Kota Langsa Usman Abdullah didampingi Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Kota Langsa Dra Suhartini saat memeriksa proyek DOKA di dinas tersebut, Senin (19/11). Waspada/dede/B

LANGSA (Waspada): WaliKota Langsa Usman Abdullah, SE berang saat sidak ke sejumlah proyek di Kota Langsa yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018 berselemak, dan dikhawatirkan semua proyek tidak selesai tepat waktu, Senin (19/11).

Kunjungan mendadak WaliKota Langsa ke sejumlah proyek turut  didampingi Plt Kepala Bappeda Langsa Muhammad Darpian, Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setdakot Langsa Muharram, ST, Kabid Bina Marga pada Dinas PUPR Kota Langsa Maulizar, ST.

Wali Kota berang karena hampir di semua proyek yang sedang dikerjakan tidak ada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) maupun rekanan serta pengawas.

Sidak Wali Kota meliputi proyek pembangunan pengembangan destinasi pariwisata mangrove Kuala Langsa KotaLangsa bersumber dari Otsus kabupaten/kota dengan nilai kontrak Rp 5.767.140.000.  “Kita memeriksa ke lokasi, tidak ada satupun pihak terkait. Jika kita lihat pekerjaannya, maka tidak akan selesai tepat waktu,” tegas Wali Kota.

Menurut Toke Suum, panggilan akrab Usman Abdullah,proyek itu menjadi skala prioritas bagi Pemko Langsa. Namun dengan kondisi seperti ini,sama halnya Pemerintah Aceh menghambat pembangunan diKota Langsa.

Kemudian sidak dilanjutkan ke lokasi pembangunan Runway Air Strip di kawasan industry Kota Langsa yang bersumber dari Otsus Aceh dengan nilai kontrak Rp 8.536.000.000. Tak lama, rombongan menuju Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Langsa meninjau proyek pembangunan gedung serbaguna/aula yang bersumber dari Otsus kabupaten/kota dengan nilai kontrak Rp1.349.000.000.

Setibanya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Wali Kota didampingi Kabid Pembinaan SD, Dra Suhartini, M.Pd melihat kondisi pembangunan gedung serba guna tersebut. “Saya prihatin dengan kondisi bangunan ini.

Lagi-lagi di lokasi proyek initak ada satupun pihak terkait yang bisa kita tanya terkait pekerjaan proyek ini,” ujarnya kesal.Orang nomor satu di Kota Langsa itu kemudian melanjutkan sidak ke lokasi pembangunan saluran Lueng Raja di Jl. TM Bahrum yang dananya bersumber dari APBA 2018 dengan nilai kontrak Rp 4,3 miliar. “Proyek ini juga terancam tak selesai pada waktunya, dan sejumlah material menutupi badan jalan yang menimbulkan debu serta rawan kecelakaan,”kata dia.

Saat di Puskesmas Langsa Barat, Toke Suum meninjau proyek pembangunan gudang farmasi dan gudang Puskesmas Langsa Barat serta pembangunan ruang laundry dan dapur yang bersumber dari DOKA 2018 dengan nilai kontrak Rp 460. 820.000.

Pada kesempatan itu, WaliKota mendapat keluhan dari rekanan, bahwa keterlambatanp ekerjaan disebabkan Dinas Kesehatan Aceh lambat menetapkan lokasi. “Setelah kontrak diteken, dinas terkait belum menentukan lokasi,” sebut pihak rekanan.

Menanggapi itu, WaliKota meminta pihak rekanan terus memacu pekerjaannya, sehingga bisa siap pada waktunya.

Selanjutnya, meninjau proyek pembangunan Pustu Timbang Langsa yang dananya bersumber dari DOKA 2018 dengan nilai kontrak Rp 1.373.-370.000. Lalu rombongan melanjutkan ke Ruang Terbuka Hijau Hutan Kota Langsa meninjau proyek pembangunan pengembangan destinasi pariwisata hutan wisata Kota Langsa bersumber dari DOKA 2018 dengan nilai kontrak Rp 6 miliar.

Disela-sela meninjau proyekitu, Wali Kota kembali berang,setelah mendengar ada dua pekerjaan yang hilang, yakni pembangunan rumah Aceh dan dapur Aceh. “Saya minta penegak hukum mengusut tuntas terkait dua pekerjaan yang hilang tersebut.  Apalagi Pemerintah Aceh tidak ada koordinasi dengan Pemerintah Kota Langa,” pintanya.

Menurutnya, bangunan itu akan diserahkan kepada Pemko Langsa dan dinikmati masyarakat, tapi jika seperti ini kondisinya, tidak ada manfaatnya. Kemudian proyek saluran beton yang bersumber dari DOKA dengan nomot kontrak 620.5/32/11.74/PLPIPERKIM-APBA2018 dan nilai kontrak Rp 627.700.000 menjadi sorotan WaliKota Langsa.

“Setelah kita cek semua proyek DOKA yang ada di Langsa mendapatkan hampir semuanya berselemak dan bermasalah, beginilah tender yang telah dilakukan Pemerintah Aceh,” sebutnya. (m43/I)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here