Persebaya Lawan Krusial PSMS

1
PELATIH PSMS Peter Butler didampingi pemain memberikan keterangan pers, Jumat (30/11).(Waspada/Arianda Tanjung/B)

MEDAN (Waspada): PSMS Medan menjalani laga krusial saat menjamu Persebaya dalam Liga 1 Indonesia 2018 di Stadion Teladan Medan, Sabtu (1/11) ini mulai pukul 18.30.

Dalam pertandingan ini, kemenangan menjadi harga mari bagi skuad Ayam Kinantan untuk membuka asa ke luar dari zona degradasi. Apalagi PSMS akan bermain di kandang sendiri dan mendapat dukungan ribuan suporter.

Mantan pemain PSMS era 1980-an, Badia Raja Manurung, menilai peluang PSMS menang cukup besar, meski yang dilawan tim dengan kualitas baik. Hanya saja, semua kembali kepada pemain, bagaimana motivasi untuk bisa memenangkan laga.

“Intinya harus menang, jangan sampai tergelincir lagi di kandang seperti saat lawan Madura United. Jangan sampai ini menjadi laga kandang terakhir PSMS di Liga 1,” tegas Badia Raja, Jumat (30/11).

Dikatakan, sejauh ini penampilan PSMS cukup baik, hanya saja memang terkadang kerap melakukan kesalahan sendiri. Kali ini tentu harus diminimalisir hal-hal tersebut, karena takutnya dimanfaatkan lawan untuk mencetak gol.

“Saya optimis pemain bisa menang di laga besok (hari ini). Tetap semangat untuk bisa membawa PSMS ke luar dari degradsi,” tambahnya.

Pelatih PSMS, Peter Butler, mengakui saat ini timnya sudah siap bermain dan memenangkan laga terakhir di kandang. Setelah ini, PSMS akan lakoni dua laga tersisa di luar kandang, yakni menghadapi PSM Makassar dan PS Tira.

“Ketika tim bermain sore selalu ada masalah, tapi kali ini kita akan bermain malam lawan Persebaya. Kita selalu bagus saat pertandingan digelar malam hari. Mudah-mudahan pemain ikuti rencana saya,” ujar Butler saat sesi konferensi pers di Sekretariat PSMS, Jumat (30/11).

Dikatakan, raihan tiga poin adalah harga mati demi mengeluarkan Abdul Aziz cs dari zona degradasi. Dalam laga itu, Butler juga sudah menganalisis permainan Persebaya melalui video.

“Kita harus waspadai Persebaya karena saya sudah melihat cara mereka bermain melalui video. Kita harus jaga David da Silva dan Osvaldo Haay karena mereka berbahaya. Kita memang kurang kuat di lini pertahanan, tapi kami harus kerja keras,” tambah pelatih asal Inggris ini.

Bek PSMS, Roni Fatahillah, menilai mental seluruh pemain PSMS saat ini tidak terganggu sama sekali meski sedang berada di zona degradasi. “Tiga pertandingan sisa sangat menentukan. Kami tetap semangat meski PSMS sedang di bawah,” ujar Roni.

Pelatih Persebaya, Djajang Nurjaman mengaku akan bersikap profesional walau menghadapi mantan tim yang dia bawah promosi ke Liga 1. Pelatih asal Majalengka ini menegaskan tidak akan melacurkan diri meski berhadapan dengan mantan tim.

“Saya pasti mati-matian membela klub saya sekarang. Saya tidak ingin melihat PSMS seperti apa. Tidak akan mungkin saya melacurkan diri,” katanya.

Lanjut Djanur, dirinya sudah cukup banyak membantu PSMS seperti promosi ke Liga 1 sehingga dalam laga hari ini tidak akan mengalah.

“Kali ini datang ke Medan lawan tim yang saya bentuk. Saya bawa PSMS ke Liga 1 musim lalu dan sekarang saya harus berhadapan lawan mereka. Saya harus profesional. Perpindahan pelatih adalah hal yang wajar,” ujarnya. (cat)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here