Tersinggung Aprianto Tewas Ditikam Idris Tarigan

0
KORBAN tewas terkapar ditutupi koran. Waspada/Ist
KORBAN tewas terkapar ditutupi koran. Waspada/Ist

TANAH KARO (Waspada): Berawal dari ketersinggungan dan rasa ketakutan, Idris Tarigan 45 warga Desa Jinabun Kec. Kuta Buluh menikam Aprianto Perangin-angin 60 alias Pagalang warga Desa Jinabun berkali-kali hingga menyebabkan korbannya tewas. Tidak ada warga yang berani melerai penganiayaan ini karena tersangka menggenggam belati tajam.

Hal ini diungkapkan Kapolsek Kuta Buluh AKP Jansen Perangin-angin kepada Waspada, Jumat (30/11) melalui telepon selulernya. Sebelum menuju TKP kata AKP Jansen, pihaknya mendapat informasi dari warga Desa Jinabun terkait peristiwa penganiayaan yang menyebabkan orang mati. Selanjutnya, Kapolsek Kuta Buluh AKP Jansen Bangun bersama anggotanya mendatangi Desa Jinabun dan mendapati korban sudah tewas terkapar bersimbah darah.

Kemudian membawa korban ke Puskesmas Kec. Kuta Buluh untuk divisum dan diserahkan kepada keluarganya. Terhadap tersangka, Polsek Kuta Buluh segera mengamankannya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Hasil interogasi pihak Polsek Kuta Buluh terhadap tersangka kata AKP Jansen, peristiwa itu berawal Jumat (30/11) pukul 06.30 WIB ketika Idris Tarigan sedang minum di kedai kopi milik Alek Perangin-angin.

Saat itu, Pagalang datang ke kedai kopi tersebut menemui Idris Tarigan seraya menyebutkan dalam bahasa Karo “nggo jago kab mu bam?” (apa kamu sudah merasa hebat?). Mendengar kalimat Pagalang, Idris Tarigan merasa tersinggung dan takut, dan segera mencabut belatinya, langsung menikam korban berkali-kali yang menyebabkannya terjatuh dan tewas, kata Kapolsek. (cpn/a36)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here