Jelang Milad GAM, Rocky Ziarah Ke Makam Kabinet Hasan Tiro

1
BUPATI Aceh Timur, H. Hasballah HM.Thaib, membersihkan bersama jajaran KPA/PA dan pemuka agama membersihkan makam ketika menziarahi makam dr. Zubir Bin Mahmud di Komplek Masjid Al Abrar, Desa Pasir Putih, Kec. Ranto Peureulak, Senin (3/12). Waspada/M. Ishak
BUPATI Aceh Timur, H. Hasballah HM.Thaib, membersihkan bersama jajaran KPA/PA dan pemuka agama membersihkan makam ketika menziarahi makam dr. Zubir Bin Mahmud di Komplek Masjid Al Abrar, Desa Pasir Putih, Kec. Ranto Peureulak, Senin (3/12). Waspada/M. Ishak

PEUREULAK (Waspada): Menyambut Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Bupati Aceh Timur H. Hasballah HM.Thaib atau akrap disapa Rocky, menziarahi Makam Almarhum dr. Zubir Bin Mahmud, yang berada dalam Komplek Masjid Al Abrar, Gampong Pasir Putuh, Kecamatan Ranto Peureulak, Senin (3/12) pagi.

Selain Bupati Rocky, hadir juga unsur muspika, anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Peureulak, dan pemuka agama serta tokoh masyarakat. Saat tiba makam, Rocky bersama masyarakat dan unsur KPA/PA ikut membersihkan ilalang dan merapikan butiran batu di atas makam.

Bupati Rocky, ketika menziarahi Makam Kabinet GAM Pimpinan Hasan Muhammad di Tiro, menjelaskan, kehadirannya dalam rangka do’a bersama dalam rangka menyambut HUT Ke-42 GAM (4 Desember 1976–4 Desember 2018).

“Menziarahi makam dr. Zubir selaku mantan petinggi GAM sudah menjadi agenda rutin jajaran KPA/PA, yang dilaksanakan menjelang Milad GAM yang diperingati setiap 4 Desember,” kata Rocky.

Mantan gerilyawan TNA itu mengharapkan masyarakat Aceh,  juga ikut berdo’a agar selalu dilapangkan kubur almarhum Hasan Muhammad di Tiro selaku Deklarator GAM, dan para petinggi GAM lainnya serta seluruh pasukan GAM yang telah tiada. “Karena adanya perjuangan GAM yang berakhir dengan perdamaian, makanya Aceh hari ini mendapat kekhususan sesuai UU Nomor 11 Tahun 2006 sebagai turunan dari butir-butir MoU Helsinki,” kata bupati yang telah meraih Opini WTP empat tahun berturt-turut.

Soal Bendera Aceh, bupati yang diusung Partai Aceh (PA) itu tidak sepakat Bendera Aceh dikibarkan sebelum saatnya. “Soal bendera masih cooling down, jadi belum saatnya dikibarkan. Jika nanti sudah boleh dikibarkan, maka nanti kita akan kibarkan bersama-sama di tiang bendera, bukan diatas diatas pohon atau ditengah sawah,” tuturnya.

Rocky juga berharap jajaran KPA/PA untuk terus memelihara persatuan dan kesatuan, sehingga damai tetap bersemi di Aceh. “Bahkan Malik Mahmud Al Haytar selaku Wali Nanggroe, juga berpesan di Milad GAM Ke-42 agar seluruh masyarakat Aceh, untuk menjaga perdamaian dan kedaulatan masyarakat Aceh,” demikian Rocky.

Tidak hanya makam dr. Zubir Mahmud, namun di komplek itu juga terlihat beberapa makam keluarganya seperti makam Maimunah Binti Usman (Ibunda dr. Zubir),  Mahmud Bin Usma (Ayahanda dr. Zubir), Rukayah Bin Usman (Kakak Ibunda dr. Zubir), Usman dan Ti Hawa (Kakek–Nenek dr. Zubir). (b24)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here