Proyek Drainase Resahkan Warga

1
KONDISI drainase di Jln Burhanuddin Lingk IV Kel. Perjuangan, Kec. Teluknibung membahayakan dan merugikan warga. Waspada/Risudin Sihotang
KONDISI drainase di Jln Burhanuddin Lingk IV Kel. Perjuangan, Kec. Teluknibung membahayakan dan merugikan warga. Waspada/Risudin Sihotang

TANJUNGBALAI (Waspada): Proyek pengerjaan drainase di Jln. Burhanuddin, Lingk IV, Kel. Perjuangan, Kec. Teluknibung, Kota Tanjungbalai, resahkan warga sekitar, Minggu (3/12).

Pasalnya, kegiatan perekonomian di lokasi pekerjaan menjadi terganggu seperti pedagang makanan, minuman, pulsa, dan lainnya. Masyarakat juga kebingungan karena tidak mengetahui kapan proyek itu selesai sebab ketiadaan plank proyek yang mau memuat informasi nama kegiatan, pengelola, pagu anggaran, volume, dan rentang waktu pekerjaan.

Bendahara Umum DPD IPK Kota Tanjungbalai, Ryanda Pratama mensinyalir kegiatan itu adalah ‘proyek siluman’ karena tidak diketahui asal-usulnya. Dari informasi yang diperolehnya, kegiatan itu sepertinya dipaksakan dan terburu-buru.

Dia juga menerima kabar, masyarakat diminta tanda tangan dan pernyataan tidak keberatan untuk dilakukan penggalian di depan rumahnya, namun sayang tidak diikuti penjelasan apa jenis kegiatan dan kapan selesainya.

“Saya konfirmasi ke lurah, tapi dilempar ke camat. Saya hanya ingin sampaikan, jika ingin mencari solusi atas sebuah persoalan, jangan sampai menimbulkan masalah baru, yang berdampak luas kepada hal lain,” kata Ryanda.

Andri Syahputra, 20, seorang pemuda warga Kel. Perjuangan yang juga pelaku usaha mengaku mengalami penurunan omset terkena imbas penggalian. Andri berharap jika proyek tersebut bersumber dari APBD Kota Tanjungbalai, supaya secepatnya diselesaikan agar masyarakat di sekitar dapat kembali melakukan aktivitas usaha seperti biasa.

Warga lainnya, Darma Siregar, 20, menuturkan, jika proyek itu hanya bertujuan mengatasi banjir ketika hujan yang mengakibatkan jalan tergenang, maka katanya sungguh miris harus mengorbankan puluhan masyarakat di Kelurahan Perjuangan. Kondisi saat ini ungkapnya, masing-masing rumah ada galian lebar di depannya, jika pekerjaan tidak jelas dan berkepanjangan, maka wabah penyakit seperti diare, DBD, malaria, dan lainnya, akan datang.

“Kita juga khawatir karena banyak balita yang tanpa disadari bisa terjatuh dan menyebabkan ancaman jiwa,” tutur Darma. (a32)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here