Ini Titah Ulama Aceh Untuk GAM

0
BUPATI Rocky (tengah) berbincang dengan sejumlah ulama disela perayaan maulid sekaligus Milad GAM ke 42 di kediamannya, di Darul Ihsan, Selasa 4 Desember 2018. Waspada/Musyawir
BUPATI Rocky (tengah) berbincang dengan sejumlah ulama disela perayaan maulid sekaligus Milad GAM ke 42 di kediamannya, di Darul Ihsan, Selasa 4 Desember 2018. Waspada/Musyawir

IDI (Waspada): Tgk H Mustafa Paloh Gadeng, salah seorang ulama kharismatik Aceh, menjadi penceramah pada perayaan maulid sekaligus peringatan Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di kediaman Bupati Aceh Timur, H. Hasballah Bin HM Thaib, di Darul Ihsan, Selasa 4 Desember 2018.

Dalam amanatnya, ulama yang akrab disapa Abu Paloh Gadeng ini menyampaikan empat poin nasehat bernada titah, untuk keluarga besar GAM, baik yang berada di Aceh maupun yang berdomisili di luar Aceh dan luar negeri.

“Yang pertama, mari bersatu agar (GAM) teguh kembali. Jangan hanya karena hal kecil atau masalah sepele, organisasi jadi hancur,” pesan Abu Paloh Gadeng dihadapan ratusan tamu termasuk Wakil Bupati Aceh Timur, Syahrul Bin Syama’un, Kapolres Aceh Timur AKBP Wahyu Kuncoro, Sekda H M Ikhsan Ahyat dan sejumlah kepala SKPK beserta jajaran.

Yang kedua, sambung Abu Paloh Gadeng, seluruh anggota GAM juga harus taat keputusan pimpinan, kemudian saling mendukung dalam berbagai hal, dan yang terakhir harus sama-sama menjaga dan menutup celah agar pengkhianat tidak mudah masuk dalam tubuh GAM.

“Saya bukan GAM dan tidak pernah memanggul senjata, bergerilya dalam hutan. Tapi, kalau menepung-tawar senjata GAM, pernah. Kajiba u pesantren, tapeusijuek laju (sudah dibawa ke pesantren, ya kita tepung-tawari saja),” kelakar Abu disambut gelak-tawa hadirin.

Sebelumnya, Bupati Aceh Timur, H Hasballah Bin HM Thaib yang akrab disapa Bupati Rocky, menegaskan, tugas GAM memanggul senjata dan bergerilya di hutan sudah berakhir, dengan ditandatanganinya kesepakatan damai antara GAM dan NKRI di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005 lalu.

“Tapi, tugas lain masih banyak. Jangan lalai. Jangan asyik ribut sesama GAM. Jangan pula demi pangkat dan jabatan, tega mengkhianati bangsa dan teman sendiri sesama GAM. Mari berjabat dan bergandeng tangan demi sama-sama membangun Aceh,” ajak Rocky yang juga Penasehat GAM wilayah Peureulak.

Rocky juga menyebut, berkat deklarasi GAM oleh almarhum Paduka Yang Mulia Tgk Hasan Muhammad Di Tiro, dan perjuangan seluruh kombatannya, Aceh mendapat banyak kemudahan dari pusat, termasuk kewenangan khusus dibidang pemerintahan sebagaimana termaktub dalam UU Pemerintah Aceh, dan keistimewaan lain di bidang adat istiadat, ekonomi dan syariat.

“Hari ini, Aceh dapat perhatian lebih dari pusat, termasuk mendapat kucuran Dana Otonomi Khusus, tidak terlepas dari perjuangan GAM. Dan, Alhamdulillah, kemudahan ini dinikmati oleh semua rakyat Aceh. Bukan hanya oleh GAM. Artinya, diakui atau tidak, hari ini, semua pihak di Aceh, sudah, sedang dan InsyaAllah akan selalu menikmati hasil dari perjuangan GAM,” pungkas Rocky. (b19)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here