Muslim Uighur Diawasi Ketat

0
Seorang warga etnis Muslim Uighur di Xinjiang beristirahat di dekat sebuah bangunan yang dijaga ketat oleh paramiliter China. Provinsi itu kini diawasi secara ketat oleh rezim Partai Komunis China karena dianggap berpotensi ekstrimis. AP
Seorang warga etnis Muslim Uighur di Xinjiang beristirahat di dekat sebuah bangunan yang dijaga ketat oleh paramiliter China. Provinsi itu kini diawasi secara ketat oleh rezim Partai Komunis China karena dianggap berpotensi ekstrimis. AP

BEIJING, China (Waspada): Sekitar 1,1 juta intelijen China saat ini tinggal dan hidup bersama di rumah etnis Muslim Uighur di Xinjiang. Mereka mengikuti program Keanggotaan Keluarga (Pair Up and Become Family) yang dimulai pada akhir September lalu.

Mata-mata beretnis Han, menurut harian resmi Partai Komunis China, merupakan karyawan pemerintah lokal yang menyusup ke rumah warga Uighur untuk mengubah cara hidup dan kepercayaan etnis Uighur yang beragama Islam yang dianggap China berpotensi ekstrimis.

Intelijen yang tinggal di rumah warga Uighur berbahasa Turki ini bebas mengakses ruang keluarga, ruang makan, hingga ke ruang untuk sembahyang pemilik rumah. Bahkan mengikuti acara pernikahan, pemakanan, dan acara remsi yang dianggap sebagai kegiatan pribadi keluarga.

Warga Uihur percaya program ini ditujukan kepada 10 juta Uihgur agar hidup sekular seperti etnis mayoritas Han. Di masa presiden Xi Jinping, tanah kelahiran etnis Uighur telah menjadi area pemantauan, mulai dari mendirikan pos pengecekan di sudut-sudut jalan hingga memasang alat pengenal wajah, dan CCTV yang memantau orang-orang yang lewat.

Warga Uighur dipantau secara ketat oleh Partai Komunis China, bahkan sampai ke dalam rumah mereka. Program ini bukan yang pertama dilakukan. Pada akhir Desember 2017 lalu, otoritas Xinjiang mengadakan kegiatan  kekeluargaan dengan mengerahkan lebih dari 1 juta kader ke rumah-rumah Uighur. Kader-kader ini diberi makan bahkan tempat tidur oleh Uighur.

Menurut Xinjiang United Front Work Department, pada Februari lalu para pekerja pemerintah harus tinggal dengan keluarga yang telah disetujui setiap dua bulan, dengan lama tinggal 5 hari. Bagi keluarga Uighur yang menolak ikut serta dalam program pemerintah Xinjiang, Cina dianggap sebagai ekstrimis. (AP/And)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here