Selundupkan Sabu Lewat Bandara Dapat Rp 15 – 20 Juta

1
Wakapolres Deliserdang Kompol Arnis Santi didampingi Kasatres Narkoba AKP Teuku Fathir Mustafa, Manager Keamanan Bandara KNIA Kuswadi dan Kasubag Humas Polres Deliserdang AKP Rita Santy memperlihatkan barang bukti dan tersangka. Waspada/Edward Limbong/B
Wakapolres Deliserdang Kompol Arnis Santi didampingi Kasatres Narkoba AKP Teuku Fathir Mustafa, Manager Keamanan Bandara KNIA Kuswadi dan Kasubag Humas Polres Deliserdang AKP Rita Santy memperlihatkan barang bukti dan tersangka. Waspada/Edward Limbong/B

DELISERDANG (Waspada): Sindikat kurir narkotika jenis sabu jaringan antar provinsi melalui jalur udara sudah beroperasi sejak tahun 2015, dan berhasil lolos menyelundupkan narkoba itu sebanyak 10 kali.

Angka imbalan dalam menjalankan aksinya begitu pantastis dari Rp 15 juta hingga Rp20 juta sekali beraksi. Hal ini terungkap saat ekspos kasus penangkapan kurir sabu di Media Center Bandara Kualanamu International Airport (KNIA), Senin (3/12), yang dipaparkan Wakapolres Deliserdang Kompol Arnis Santi didampingi Kasatres Narkoba Polres Deliserdang AKP Teuku Fathir Mustafa, Manager Keamanan Bandara KNIA Kuswadi, dan Kasubag Humas Polres Deliserdang AKP Rita Santy.

Penangkapan ini merupakan kerjasama Polres Deliserdang dengan petugas keamanan Bandara KNIA, dimana pada 28 November 2018 tersangka MK calon penumpang pesawat Batik Air No Flight ID 6881 tujuan Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), warga Kec. Kembang Tanjung, Kab.Pidie, Provinsi Aceh, ditangkap di ruang SCP Sentralisasi Lantai II Bandara Kualanamu International Airport (KNIA).

MK menyelundupkan sabu seberat 505 gram dengan modus disembunyikan dalam sepatu. Ini dilakukannya sudah sebanyak 11 kali dan yang berhasil 10 kali dengan dua tujuan yakni Lombok dan Palembang.

Setelah penangkapan tersebut, pihak Satresnarkoba Polres Deliserdang, langsung melakukan pengembangan dirumah kontrakan tersangka MK yang dipimpin Kasatres Narkoba AKP Teuku Fathir Mustafa di Jl. Rajawali, Kel. Sei Kambing B. Kec. Medan Sunggal, Kota Medan, dan berhasil ditemukan barang bukti 1 pasang alas sepatu yang dijadikan tempat sabu.

Selain itu, di rumah kontarakan tersangka MK lainnya di Jl. Kiwi, Gang Lima, Kel. Sei Kambing B, Kec. Medan Sunggal, Kota Medan, diamankan barang bukti 1 plastik yang terdapat bercak sabu, 1 unit timbangan elektrik, dan beberapa plastik pembungkus sabu.

Dijelaskan Kompol Arnis Santi, tersangka MK mengaku sudah 11 kali melakukan  penyelundupan narkoba jenis sabu dengan modus menyembunyikan di dalam sepatu melalui Bandara KNIA.

“Jadi sudah 11 kali menjadi kurir sabu mengantarkan barang ke sejumlah daerah di Indonesia, di antaranya Palembang dan Lombok. Yang ke 11 ini tertangkap sebelum berhasil mengantarkan barang tersebut ke Lombok, NusaTenggara Barat,” ujarnya.

Kata Arnis, adapun Bandar pemasok sabu dua orang yakni berinisial MN dan WF. Dari bandar MN, tersangka MK sudah 7 kali berhasil jadi kurir mengantar sabu. Sedangkan dari bandar WF, tersangka MK berhasil 3 kali dan untuk ke 4 kalinya tertangkap.

Dalam menjalankan aksinya, menurut Arnis, tersangka MK diupah sebesar Rp 15 juta hingga Rp 20 juta. “Untuk terakhir ini di janjikan imbalan Rp15 juta dari WF dan tersangka masih menerima upah Rp 2 juta,” tuturnya.

Sementara itu, Kasatres Narkoba Polres Deliserdang AKP Teuku Fathir Mustafa menyebutkan, dari kasus ini pihaknya dan pengamanan Bandara KNIA melakukan penjagaan ekstra ketat.  “Nanti akan ada rencana pemeriksaan sepatu penumpang di setiap tempat pemeriksaan,” sebutnya.

Atas perbuatannya, tersangka MK dijebloskan ke sel tahanan Polres Deliserdang dan dijerat Pasal 114 KUHP tentang penyalahgunaan dan peredaran zat terlarang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati. (cel/cir/C)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here