Masyarakat Semangat Urus e-KTP

0
Ratusan masyarakat menunggu antrean saat pengurusan e-KTP di Gedung Serba Guna Jl.Willem Iskandar, Selasa (4/12). Waspada /Rahmat Utomo/B
Ratusan masyarakat menunggu antrean saat pengurusan e-KTP di Gedung Serba Guna Jl.Willem Iskandar, Selasa (4/12). Waspada /Rahmat Utomo/B

MEDAN (Waspada): Semangat masyarakat untuk mengurus data kependudukan atau e-KTP tak perlu diragukan. Dimanapun, kapanpun akan mereka tempuh, bila prosesnya bisa berlangsung cepat.

Misalnya, di acara Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) yang di gelar 3-6 Desember 2018 oleh Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Sumut.

Sejak pukul 08:00, ribuan masyarakat berbondong-bondong ke tempat berlangsungnya kegiatan yang digelar di Gedung Serba Guna Jl. Willem Iskandar itu. Para ibu rumah tangga ada yang datang bersama anak balitanya.

Sambil mengendong anaknya, mereka tetap semangat mengisi formulir dan menunggu proses pembuatan e-KTP. Begitu pun generasi milinial yang masih berusia 17 tahun dengan mengenakan seragam sekolah, tubuh mereka  basah oleh peluh keringat karena berdesakan dengan masyarakat lain, saat hendak mengantar formulir.

Demikian juga masyarakat lainnya yang rela meninggalkan aktivitas mereka, agar bisa secepat mungkin mengurus e-KTP. Namun, karena lamanya nama dipanggil untuk proses selanjutnya, tampak pula ada  masyarakat makan di tribun stadion sembari beristirahat.

Banyak pemandangan humanis yang mengambarkan bagaimana semangat masyarakat yang mengurus e-KTP. Namun jika ditelaah lebih jauh, ini juga bukti bagaimana pemerintah gagal memfasilitasi masyarakat terutama dalam mengurusi data kependudukan di Indonesia, sebab blanko e-KTP di kecamatan sering habis.

Seperti yang diungkapkan Dewi, warga Tembung, kehadirannya pada kegiatan tersebut lantaran sudah tiga tahun mengurus e-KTP di Kec. Medan Tembung, tak kunjung selesai.

Banyak hambatan yang dilalui dari mulai alasan blanko habis, hingga disuruh membayar uang administrasi sebesar Rp 35.000.  ”Saya sangat berharap dari kegiatan ini bisa memiliki e-KTP dan urusannya bisa cepat selesai,” tuturnya saat diwawancarai Waspada, Selasa (4/12).

Dari pengamatan Waspada, panitia kegiatan tak mampu mengimbangi semangat masyarakat yang sadar akan pentingnya e-KTP. Para petugas kurang siap untuk menampung  lonjakan masyarakat yang antusias mengurus e-KTP sejak pagi.

Proses pengurusan e-KTP berlangsung kurang tertib. Masyarakat yang sudah selesai melewati prosedur pendaftaran pada Senin (3/12), dijanjikan untuk mengambil hasil cetak e-KTP keesokan harinya.

Namun, proses pengambilan e-KTP nya, lagi-lagi masyarakat dibuat kurang puas, lantaran petugas yang membagikan e-KTP hanya memanggil nama bukan nomor urut, padahal mereka sudah mendapatkan nomor antrean.

Hampir Ricuh

Pada pembagian e-KTP tepat pukul 15:30, masyarakat emosi dan merangsak masuk ke dalam ruangan panitia, lantaran terlalu lama mengantre. Mereka mendesak agar e-KTP cepat dibagikan.

Para petugas berusaha menenangkan massa, agar tertib danuntuk segera keluar agar e-KTP bisa dibagikan kembali. Kegiatan ini tentunya menjadi paradoks bagi pemerintah.

Disatu sisi dihadirkan untuk  menyadarkan masyarakat tentang semangat melengkapi data kependudukan, di sisi lain pemerintah kurang siap melayani semangat masyarakat yang ingin memiliki e-KTP. (cru/C)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here