Beli Harley Dan Mercedes, Polisi Tangkap Hacker

0

MEDAN (Waspada): Personel kepolisian dari Polda Metro Jaya menangkap seorang pria terduga pelaku kejahatan di dunia maya (hacker) berinisial A alias Abim, 40, di rumahnya Jl. Sehati Gang Arsitek, Kel. Tegalrejo, Kec. Medan Perjuangan, Selasa (4/12) sore.

Informasi yang diperoleh di kepolisian, Rabu (5/12) siang, penggerebekan di rumah tergolong mewah milik terduga pelaku hacker itu sempat menghebohkan warga sekitar. Sejumlah petugas kepolisian berpakaian preman terlihat bekerja cepat.

Selanjutnya pemilik rumah, A dan 3 temannya diboyong ke dalam mobil petugas yang diparkir di pinggir jalan lantaran tak bisa masuk ke Gang Arsitek. Petugas juga menyita sejumlah alat bukt idi antaranya laptop dan lainnya yang dimasukkan ke dalam tas.

Sejumlah warga sekitar yang diwawancarai wartawan mengungkapkan bahwa A alias Abim pernah berprofesi sebagai pegawai harian lepas (PHL) di gedung DPRD. Tanpa sebab yang pasti, pelaku mengundurkan diri dari kerjaannya.

Pelaku juga tertutup dengan tetangga, dan hanya sesekali keluar dari rumah.Informasi yang beredar, warga mengungkapkan pelaku ditangkap pada Selasa sore lantaran memesan sepedamotor Harley Davidson dan mobil Mercedes dari Australia namun tertahan di Bea Cukai karena ijin surat-surat yang tak lengkap.

Pelaku juga dikenal sering membobol jaringan komputer dan kartu kredit sehingga bisa bertransaksi online terkait travel, traveloka dan kartu HP.Dijelaskan warga, beberapa waktu lalu, A alias Abim juga pernah ditangkap oleh aparat kepolisian terkait kasus yang sama.  Mobil Honda Jazz pelaku juga disita untuk dijadikan barang bukti. Tak berapa lama pelaku diduga dilepaskan, sedangkan mobil pelaku masih ditahan.

Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira yang dikonfirmasi lewat telepon selulernya, Rabu sore membenarkan adanya terduga pelaku hacker yang dibekuk Tim dari Polda Metro Jaya.

Selanjutnya pelaku diboyong ke Mapolrestabes Medan guna meminjam tempat untuk melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. “Modus pelaku yakni dengan pembelian barang-barang ke negara lain hingga mencapai miliaran rupiah menggunakan kartu kredit WN Singapura.

Saat warga Singapura (korban) dikonfirmasi oleh pemilik barang, korban merasa tak pernah ada memesan apapun. Selanjutnya korban melaporkannya ke kepolisian Singapura.  Saat diselidiki, pelaku hacker tersebut berdomisili di Indonesia,” ungkap Kasat Reskrim.

Selanjutnya, tambah Putu, kepolisian Singapura melimpahkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya. ”Setelah diselidiki, akhirnya Tim Polda Metro Jaya membekuk terduga pelaku hacker itu di rumahnya,” pungkasnya seraya menambahkan bahwa pelaku sudah diboyong ke Jakarta. (h04/J)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here