HP Masuk Akuarium

1

Beberapa tahun belakangan ini marak penipuan (lodes) yang dilakukan narapidana dari dalam lapas. Sudah banyak korbannya, termasuk penipuan ala mama minta pulsa, ditahan di kantor polisi, umroh kehabisan dana, dan sebagainya.

Cara yang dilakukan tergolong cermat dengan melibatkan beberapa orang yang juga sesama narapidana. Media yang digunakan yakni telepon seluler yang beredar di lapas lalu mengacak nomor HP korbannya.

Bagaimana HP kok bisa masuk ke lapas? Ada bermacam modusnya, seperti dilemparkan dari luar tembok, ‘diselundupankan’ dalam nasi bungkus, serta disembunyikan di balik baju, celana, dan pakaian dalam yang dikenakan calon pengunjung saat besuk.

Selain penipuan, narapidana juga beberapa kali tertangkap mengendalikan peredaran narkotika dari dalam lapas. Tak tanggung-tanggung, jumlah narkoba yang dikendalikan mencapai ratusan kilogram dengan memanfaatkan jaringan internasional.

Untuk mengantisipasi hal itu, bermacam cara pencegahan dilakukan petugas lembaga pemasyarakatan. Sebagaimana di Lapas Kelas II B Tanjungbalai Asahan di Kel Pulausimardan, Kec. Datukbandar Timur Kota Tanjungbalai.

Kepala Lapas Kelas II B, Jayanta didampingi Kepala KPLP, Monang Saragih menuturkan saat ini pihaknya lebih ketat memeriksa para pengunjung. Salah satunya dengan pemindaian barang bawaan menggunakan mesin pemindai infra merah (x-ray) dan pemeriksaan badan (profilling). Jika ada yang kedapatan ‘menyeludupkan HP ke dalam, maka akan diberi dua pilihan, tidak diperbolehkan lagi berkunjung, atau HP nya dimasukkan ke akuarium dengan kesadaran sendiri.

“Kebanyakan mereka memilih memasukkan HP ke akuarium supaya diperbolehkan berkunjung,” ungkap Monang.

Hasilnya kata pria berdarah Simalungun ini, cukup efektif , tidak banyak lagi yang berani memasukkan HP ke lapas. Adapun yang masih nekad papar Monang, langsung diberikan tindakan tegas.

Saat ini tambah Monang, pencegahan dengan cara memasukkan HP ke akuarium sudah berjalan selama lima bulan. Sekitar dua bulan lalu tuturnya, petugas membongkar akuarium yang sudah penuh, lalu membakar seluruh HP yang ada di dalam untuk dimusnahkan.

“Dua bulan lalu sudah kita bakar satu akuarium HP lengkap dengan berita acaranya. Ingat, jangan sampai HP anda bernasib sama dengan yang di dalam akuarium,” sebut Monang. Dalam kesempatan itu, Monang mengimbau seluruh pengunjung agar tidak membawa barang terlarang ke lapas. (By Rasudin Sihotang).

Teks foto:
Puluhan HP pengunjung Lapas Kelas II B Tanjungbalai Asahan dimasukkan secara sukarela ke akuarium sebagai sanksi karena kedapatan ‘menyelundupkan’ telepon seluler saat besuk.(Waspada/Rasudin Sihotang).

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here