Kapoldasu Warning Kepala Dinas

0
Kapoldasu Irjen Agus Andrianto memberikan cinderamata kepada Wali Kota Medan T. Dzulmi Eldin. Waspada/Rudi Arman/C
Kapoldasu Irjen Agus Andrianto memberikan cinderamata kepada Wali Kota Medan T. Dzulmi Eldin. Waspada/Rudi Arman/C

MEDAN (Waspada) : Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto memberikan warning sejumlah kepala dinas agar mewaspadai penyimpangan di sisa waktu kerja yang ada selama menjabat. “Ada sejumlah kepala dinas untuk mewaspadai terjadi penyimpangan,” tegas Kapoldasu di aula Tribata Poldasu,Rabu (5/12).

Penegasan ini disampaikan usai mendengar paparan dari Karo Ops Kombes Makmur Ginting, Dirres Krimsus Kombes Rony Samtama, Kapolrestabes Medan Kombes Dadang dan Walikota Medan T. Dzulmi Eldin yang mengevaluasi terhadap program 100 hari kerja Kapoldasu.

Evaluasi dilakukan bersama seluruh walikota dan bupati se-Sumatera Utara, para rektor/mewakili, Ketua FKUB, Ketua MUI Kota Medan dan pejabat utama Polda Sumut, serta perwakilan-perwakilan komunitas seperti nelayan dan parbetor.

Dijelaskan Kapolda, hukum merupakan alat rekayasa social yang artinya dalam proses hukum menjadi langkah akhir untuk menindaklanjutinya. Jadi hukum digunakan untuk mengajak orang lain berbuat baik. “Ultimum remedium, di mana penegakan hukum merupakan tindakan terakhir untuk memaksa pengemban fungsi berjalan sesuai tupoksinya,” katanya.

Menurutnya, pesta sudah usai dan saatnya kita mencuci piring.“Jangan sampai saat kita mencuci piring atau bersih-bersih masih ada yang melakukan pesta lagi,” katanya.

Agus menyampaikan program 100 hari kerja yang sudah dilaksanakan yaitu melakukan penataan terhadap PKL, penertiban pos polisi dan baliho reklame yang berdiri di jalur hijau dan tanpa izin, tatap muka dengan akademisi,tukang sapu, bilal mayit, Jumat barokah dan subuh berjamaah, penanaman mangrove dan kegiatan sosial lainnya serta pemberantasan premanisme.

Ia juga memastikan program ini tidak hanya berjalan di 100 hari kerjanya, tapi juga akan melaksanakan program 100 hari ke 2. “Program 100 hari kerja untuk menunjang program nasional dari pemerintah pusat.  Dimana ekonomi berjalan, masyarakat aman dan nyaman serta kota terlihat asri dan indah,” jelas Kapoldasu.

Sedangkan Karo Ops Kombes Makmur Ginting mengatakan, selama 100 hari kerja Kapoldasu, aksi kejahatan terlihat mulai menurun. “Dari laporan jajaran Polres, grafik angka kejahatan terlihat menurun. Begitu juga dengan pemberantasan narkoba. Karena petugas kepolisian terus menangkap pelaku narkoba,” katanya.

Sedangkan Dirres Krimsus Kombes Rony Samtama mengingatkan kepada kepala daerah dan pejabat lainnya agar tidak melakukan penyimpangan lagi. “Mungkin kemarin sudah kita berikan teguran dengan cara mencubit,tapi kan tidak mungkin kita beri teguran terus sekali-kali perlu kita tampar juga,” tegasnya.

Rony kemudian menjelaskan, Krimsus Poldasu sudah ada menangkap seratusan pejabat yang melakukan penyimpangan dan terakhir terhadap 5 anggota dewan Tapteng. “Terakhir ini anggota dewan dari Tapteng,” katanya.

Sedangkan, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sumut Maratua Simanjuntak mengatakan, apa yang dilakukan Kapoldasu beserta jajaran merupakan amalma’ruf nahi munkar yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat banyak.

“Program ini harus didukung, sekarang Kota Medan sudah terlihat banyak perubahan dan juga pelayanan di Sumatera Utara sudah lebih baik,” katanya. Masyarakat Sumatera Utara bangga dengan sosok Kapolda yang tegas dan berbaur dengan semua kalangan masyarakat. “Kita berharap setelah 100 hari pertama ini ada lagi 100 hari kedua, ketiga dan seterusnya,” katanya. (m39/K)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here