Membangun Ekonomi Keumatan Dari Masjid

1
Para narasumber berfoto bersama usai kegiatan. Waspada /Rahmat Utomo /C
Para narasumber berfoto bersama usai kegiatan. Waspada /Rahmat Utomo /C

MEDAN (Waspada) : Dalam sejarah  perjalanan dakwah  Rasulullah SAW,  perjuangan dakwah kuat karena  seluruh persoalan umat bergerak dari masjid. Baik itu dari  ekonomi,  social dan  masyarakat politik.

Hal itu dikatakan Sekertaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut Bidang Pemberdayaan Ekonomi Umat Sakhira Zandi,saat acara Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Umat Melalui Kekuatan Masjid, di Aula MUI Sumut Rabu (5/12).

Pada kegiatan itu, hadir sebagai pemateri Basrah Siregar dari  Bank Syariah Mandiri, Indra Kesuma Yuzar Pemimpin Unit Usaha Syariah  Bank Sumut, perwakilan dari Bank Muamalat Indonesia Cabang Medan,  BKM  Masjid Ar Ridho Bambang Hermanto dan  H. Ahmad Nasir  dari  BKM  Masjid Agung Binjai.

Diacara yang bertemakan Mensinergikan Kekuatan Masjid Dan Lembaga Keuangan Bank Dalam Memberdayakan Ekonomi Umat ini,   Sakhira Zandi menjelaskan bahwa secara internal masjid memiliki kekuatan pada setiap jamaahnya, yakni dari dana yang terkumpul di masjid.  Belum lagi dari jamaah masjid yang kaya dan dermawan yang berada di sekitar masjid.

“Di Sumut  sendiri sudah ada beberapa masjid  yang  membuka ekonomi real, untuk membangun ekonomi keumatan, seperti Market 212, masjid itu diantaranya  Masjid Aljihad dan Masjid Agung Binjai,” ujarnya.

Tentunya kekuatan ekonomi masjid bisa semakin kuat bila  ada faktor eksternal seperti lembaga keuangan (Bank) berbasis syariah ntuk mensuplai berbagai kebutuhan  di bidangnya.

Sinergitas keduanya penting untuk terus diberdayakan. “Karena itu sangat penting seminar ini dilaksanakan sebagai bahan masukan bagi masjid yang lain tentang bagaimana peningkatan ekonomi keumatan lewat masjid,” sebut Sakhira Zandi.

Sementara itu, Pemimpin Unit Usaha Syariah Bank Sumut Indra Kesuma Yuzar, mengaku sangat mendukung kegiatan yang berkaitan dengan pemberdayaan umat, teruatam untuk meningkatkan ekonomi syariah.

Katanya, saat ini berdasarkan demografi nasional, umat Islam mendominasi hingga 87%, berbanding terbalik dengan penguasaan faktor ekonomi yang hanya 12%. “Karena itu umat Islam harus bersatu dan bersinergi dalam membangun ekonomi umat. Karenanya Bank Syariah harus berada digarda terdepan untuk membangun ekonomi keumatan yang kokoh,” ujarnya (cru/C)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here