Mendesak, Kebijakan Pemerintah Soal Penggunaan Bio Pestisida 

1

JAKARTA (Waspada): Peran Pemerintah Indonesia dinilai sangat strategis dalam memajukan penerapan Bio Pestisida. Saat ini, penggunaan bio pestisida dalam dunia pertanian di Indonesia  masih minim.

“Pembuatan kebijakan dan regulasi mengenai Bio Pestisida dan Bio Stimulan sangat mendesak untuk dilakukan Pemerintah dalam memajukan pertanian Indonesia yang berkesinambungan,” kata Ketua Panitia penyelenggara Agribusiness Global Trade Summit South East Asia 2018, Final Prajnata, menyitir pokok pikiran para pembicara dalam kegiatan itu.

Workshop dengan tema utama Pengembangan Bio Pestisida merupakan bagian dari kegiatan  Agribusiness Global Trade Summit South East Asia yang kali ini berlangsung di hotel Westin, Kuningan Jakarta, 4 sampai 5 Desember 2018. Acara diselenggarakan oleh Meister Media Worldwide (MMW) bekerjasama dengan Asosiasi CropCare Indonesia.

Dalam workshop ini juga digelar beberapa topik mulai dari  peraturan pemerintah dalam pestisida di negara Asia Tenggara yang dibawakan oleh Dr. Piyatida Pucklai, Regional Business Development APAC dari Knoell, juga trend Digital Farming di Asia dan Pengaruhnya di Asia Tenggara yang dibawakan oleh Rebecca Bartels dari Meister Media Worldwide.

Bio pestisida atau Pestisida Biologi merupakan jenis pestisida yang berasal dari bahan alami seperti binatang, tumbuhan, bakteri dan mineral-mineral tertentu.  Jadi Bio pestisida terbuat dari makhluk hidup atau ditemukan dalam keadaan hidup di alam.

Keunggulan dari Bio Pestisida pada dasarnya adalah tidak ada atau sedikit residu, tidak ada atau sedikit menimbulkan resistensi hama dana man untuk musuh alami hama.

Sejalan dengan pelaksanaan program Pengendalian Hama Terpadu (PHT), pemerintah merekomendasikan penggunaan Bio Pestisida sejak 1992.

Berdasarkan penelitian dan pengembangan,  ada beberapa jenis bio pestisida di Indonesia, diantaranya bio insektisida (Metarhizium spp., Beauveria spp.); Bio bakterisida (Rhizobacter); Bio fungisida (Trichoderma spp.); Bio herbisida (Allelochemistry, ekstrak Microbes dsb.).

Ditambahkan Final, dalam kesimpulan diskusi bio pestisida ini para ahli seperti Dr. Riza Arief Putranto, DEA  (Peneliti pada Riset Perkebunan Nusantara); Rebecca Bartels (Meister Media Worldwide); Joachim Nachmansohn (pakar bio stimulan dari Swedia) ; Joko Suwondo (Ketua Asosiasi CropCare Indonesia) mengatakan bahwa peran pemerintah untuk pengembangan pemakaian bio pestisida sangat penting.

Lebih lanjut Final mengatakan bahwa acara tersebut dihadiri lebih dari 300 peserta dari berbagai negara di antaranya India, Thailand, Indonesia, China, Swedia, Guetemala dan  Singapura.

Dalam acara ini juga dilakukan temu bisnis dan expo yang diikuti sedikitnya 40 produsen pestisida baik pestisida kimia maupun Bio Pestisida dari China, India dan Indonesia.(dianw/B).

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here