Pemabuk Bakar 4 Mobil Dan 2 Rumah

0
TERSANGKA pembakar rumah dan warung serta 4 mobil digelandang personil Reskrim Polsek Pulau Raja. Waspada/Bustami Chie Pit
TERSANGKA pembakar rumah dan warung serta 4 mobil digelandang personil Reskrim Polsek Pulau Raja. Waspada/Bustami Chie Pit

KISARAN (Waspada): Polsek Pulau Raja Polres Asahan berhasil membekuk seorang pria, karena mabuk tega membakar dua rumah dan 4 mobil.

Informasi dihimpun Waspada, tersangka LMH, 38, warga Dusun II, Desa Aekloba, Kec Aek Kuasan, Kab Asahan, selama Oktober-November terjadi pembakaran misterius, yaitu warung tuak milik Roni, warga Dusun III, Desa Aekloba, kemudian berselang beberapa hari terjadi pembakaran rumah di Dusun III, Desa Aekloba, selanjutnya pembakaran minibus milik Jumadi, warga Dusun I. Desa Aekloba, warga yang sama. Selanjutnya selama seminggu, kembali satu minibus dibakar milik Sariadi warga Dusun I, Desa Aekloba, dan selanjutnya pembakaran truk milik Imam Syaputra, warga Dusun II, Desa Aekloba, dan pembakaran berlanjut dengan pembakaran mobil sedan milik Herri, warga Dusun I, Desa Aekloba.

“Ada 6 kasus pembakaran, baik itu malam dan siang hari selama kurun waktu 2 bulan. Dan atas kerja keras Unit Reskrim Polsek Pulau Raja dibantu masyarakat, akhirnya tersangka LMH dapat diamankan,” jelas Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu, didampingi Kasat Reskrim AKP Ricky Pripurna Atmaja, dan Kapolsek Pulau Raja Iptu Rianto, saat paparan kasus di Polres Asahan, Jumat (7/12) sore.

Menurut Faisal, pembakaran itu dipicu karena minuman keras (tuak), ditambah dengan sakit hati tersangka karena tidak dilayani dengan baik saat lagi minum di warung. Tersangka disangkakan pasal 188 jo 187 KUHP. Tidak hanya itu tersangka juga pernah ditahan karena penyalahgunaan Narkoba (ganja).

“Hasil pemeriksaan tersangka alkoholik (pencandu minuman keras) sehingga melakukan pembakaran, namun kita masih mendalami. Dan bila diperlukan tersangka akan kita tes kejiwaannya di Polda Sumut,” jelas Faisal.

Sedangkan salah satu pemilik truk yang dibakar Imam Syaputra, berterima kasih kepada Polsek Pulau Raja, karena pelakunya sudah dibekuk, sehingga menghilangkan kekhawatiran masyarakat, dengan motif tertentu. Menurutnya, mobilnya dibakar saat malam hari.

“Alhamdulillah, pelakunya sudah tertangkap,” jelas Imam.

Sedangkan pengakuan tersangka, dirinya membakar warung tuak dikarenakan tidak dilayani dengan baik. Sedangkan untuk mobil dan rumah, dia tidak ada motif apapun, karena pada saat itu dia di bawah pengaruh minuman keras, dengan cara melilitkan karet ke kayu, dan membakar ban mobil, dan dapur rumah secara berkala di saat pulang dari warung tuak.

“Mungkin setan yang membisikkan untuk membakar rumah dan mobil,” jelas tersangka. (a15/a31)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here