Festival Kopi Karo Ajang Promosi

0
WAKIL Bupati Karo Cory S Sebayang sedang mencicipi kopi. Waspada/Dickson Pelawi
WAKIL Bupati Karo Cory S Sebayang sedang mencicipi kopi. Waspada/Dickson Pelawi

TANAH KARO (Waspada): Minum kopi Karo rasanya segar, nikmat dan nyaman. Tadinya saya memang kurang sehat, tetapi setelah minum kopi saya menjadi berkeringat. Maka menurut saya, minum kopi Karo yang memiliki citarasa tersendiri, baik untuk kesehatan, tetapi dengan takaran yang sewajarnya.

Begitu diungkapkan Wakil Bupati Karo, Cory S Sebayang yang didampingi Kepala Dinas Pertanian Sarjana Purba mengawali pembicaraan dengan Waspada saat berlangsungnya Festival Kopi Karo di open stage Taman Mejuah-juah Berastagi Sabtu (8/12).

Setelah merasakan kopi Karo dari hasil racikan peserta pameran, Wakil Bupati Karo memiliki mimpi agar suatu saat petani kopi di Kabupaten Karo akan mencapai kesejahteraanya, terutama warga Karo yang terdampak erupsi Gunungapi Sinabung, ujarnya.

Sasaran Pemkab Karo untuk wilayah pertanaman kopi untuk saat ini kata Cory Sebayang berada di daerah lingkar Sinabung, dan ini sudah dimulai Dinas Pertanian dengan cara membagikan ratusan pupuk kompos kepada petani ke daerah itu, sebab pupuk kompos bisa dijadikan pupuk pembenah tanah, terutama yang pernah dan sering terpapar debu vulkanik Sinabung, sebutnya.

Anggota DPRD Karo Ferianta Purba SE mengaku, festival kopi Karo yang sedang digelar, salah satu pemicu semangat petani kopi di Karo agar lebih bergairah karena peluang pasar sudah terbuka lebar bahkan sudah ada di depan mata. Seingatnya, sudah ribuan bibit kopi telah dibagikan kepada petani kopi yang bersumberdana dari APBD Karo dan hal ini tetap dilakukan agar petani makin sejahtera, singkatnya.

Ketua PHRI Karo Dickson Pelawi sangat mendukung terselenggaranya festival kopi Karo karena kopi Karo memiliki citarasa tersendiri dan peluang ini dapat meningkatkan kunjungan pariwisata dari kalangan penikmat kopi. Sebab rasa kopi Karo mampu memberikan sebuah imajinasi positif bagi penikmatnya.

Namun rasa ini harus tetap dipertahankan dan kalau bisa ditingkatkan, sebab kopi Karo sudah mulai dikenal di luar daerah Karo agar bisa merambah ke manca negara dan berpeluang dijadikan dalam bentuk cendramata, sebut Dickson Pelawi

Sekretaris panitia pestival kopi Karo H. Safrudin menyebutkan, untuk peserta pestival kopi Karo ada sekitar 37 stand dan tidak hanya berasal dari Karo saja, untuk saat ini lahan pertanian kopi di kabupaten Karo sudah mencapai 10 ribu hektar dan hampir seluruhnya mulai berproduksi. Sedangkan produksi kopi pertahunnya dalam luasan satu hektar sebanyak 700Kg green bean, jadi bisa dikalkulasikan jumlah rata-rata setiap panen.

Untuk harga pasaran hasil kutip waktu sembarangan telah mencapai Rp 33.000 per Kg, sedangkang jika panen tepat waktu dan tepat pengolahan harga jual green bean bisa mencapai Rp 90 ribu, jelasnya.

Fatimah Hanum barista dari Sembaikan II Kec. Kutalimbaru Kab. Deliserdang merasa puas dengan terselenggaranya festival kopi Karo karena selain banyak peminat, kopi dari Sembaikan II juga perlu dipromosikan sebab citarasanya juga golongan Karo. Saat ini Desa Sembaikan II memiliki tanaman kopi seluas 300 hektar yang dimiliki 60 KK.

Sembaikan II sudah lama memiliki tanaman kopi, bahkan kopi jenis Liberika dan varietas Sigararutang yang dibudidayakan masyarakat sangat bagus, tandasnya. (cpn/a36)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here