Kosmetik Berbahaya Beredar

1
PLH Kepala BBPOM di Medan Fajar Sidik (tengah) dan lainnya menunjukkan kosmetik yang disita dari 11 pasar tradisional dan moderen di Medan, Jumat (7/12) sore. Waspada/Mursal AI/B
PLH Kepala BBPOM di Medan Fajar Sidik (tengah) dan lainnya menunjukkan kosmetik yang disita dari 11 pasar tradisional dan moderen di Medan, Jumat (7/12) sore. Waspada/Mursal AI/B

MEDAN (Waspada): Kurun waktu 2 minggu, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan, menemukan 2.809 kemasan dari 280 item kosmetik tanpa izin edar dan yang sudah dicabut izin edarnya dari 11 pasar tradisional dan modern.

Kosmetik yang diduga berbahaya bagi kesehatan itu, paling banyak ditemukan di  Toko Kosmetik Sun Plaza Medan yakni 96 item. Selebihnya kosmetik ditemukan di Simpang Limun 18 item, Pasar Sukaramai 15 item, Pajak USU Medan 8 item, Sei Sikambing 24 item.

Kemudian Pasar Brayan 27 item, Pasar Petisah 14 item,Komplek MMTC 26 item, Pusat Pasar Medan 18 item, Medan Mall 19 item, dan Plaza Medan Fair 15 item kosmetik dengan total nilai keekonomian mencapai Rp141.016.000.

“Di pasar tradisional dan modern di Medan, masih ditemukan kosmetik yang tidak ada izin edar dan ada yang sudah dicabut izinnya karena mengandung zat berbahaya, sehingga kita lakukan penyitaan dan dilakukan proses selanjutnya,” kata Plh Kepala BBPOM di Medan Drs. Fajar Sidik Apt,Jumat (7/12).

Menurut dia, produk yang tidak ada izin edarnya dari BPOM, maka tidak bisa dipastikan produk itu aman, bermutu dan bermanfaat konsumen.“Kosmetik yang kita sita ini banyak dari China, Malaysia, Korea, Thailand dan Eropa.

Mereka beli melalui online, dan membawa secara tidak resmi,”tuturnya di dampingi Kepala Seksi Inspeksi Dormauli Manurung Ssi, Apt, dan Fungsional Ahli Madya Ramses Doloksaribu.

Dia mengimbau, agar masyarakat membeli produk yang sudah ada izin edarnya, karena kandungan dari produk tersebut sudah diperiksa oleh Badan POM. “Produk yang ada nomo rizin edarnya itu dikemasan tercantum POM NA, produk-produk yang kita sita ini tidak ada tercantum izin edarnya,”sebutnya. (h02/K)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here