3.400 Seniman Meriahkan Pawai Kebudayaan

0

JAKARTA (Waspada): Pawai akbar kebudayaan digelar di sepanjang jalur bebas kendaraan (Car Free Day) Jalan Jenderal Sudirman, Minggu (9/12/2018). Kegiatan itu sekaligus menjadi puncak perhelatan akbar Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 yang digelar sejak 5 Desember lalu. Ribuan penari dan pemain pencak silat turut ambil bagian.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Hilmar Farid mengatakan, keberagaman kebudayaan  menjadi pijakan pembangunan ke depan hingga membuat Indonesia menjadi bangsa yang unggul.

“Salah satu konsep penting di dalam Kongres Kebudayaan Indonesia 2018, konsep yang terus berulang, adalah partisipasi aktif masyarakat. Dan pawai kebudayaan ini menjadi bagian dari merebut perhatian masyarakat untuk peduli pada kebudayaan yang dimilikinya,” ujar Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid,  Minggu (9/12/2018). Hadir dalam kegiatan tersebut Mendikbud Muhadjir Effendy.

Pawai ini diikuti oleh 3400 peserta dan setiap provinsi diwakili oleh 100 peserta. Pergerakan arakan-arakan akan bermula dari Pintu 5 Gelora Bung Karno. Dari sana, peserta berjalan ke arah Bundaran Tugu Pemuda Membangun, sambil melakukan beraneka koreografi yang telah dikreasi oleh Deni Malik, dan disesuaikan dengan ciri khas daerah masing-masing, dengan iringan musik.

Pada saat bersamaan  dari berbagai sisi di area Plaza Selatan muncul para pesilat yang berkumpul di Panggung Utama. Beberapa pesilat berdiri di panggung utama, sementara beberapa yang lain berdiri di atas panggung portable di jalan raya. Mereka melakukan atraksi seperti mematahkan balok kayu, dan lain sebagainya.

Sedangkan para  peserta pawai terus berjalan menuju lingkungan Kemendikbud. Setibanya di sana  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bergabung. Di  area panggung utama, mereka melakukan konfigurasi bertema “Suara Mahakarya Nuswantara” yang berlangsung sekitar  5 menit.

Konfigurasi tersebut dibuat dua Sequence bentukan yang akan diliput oleh Drone dan ditampilkan di Giant LED Screen yang ditempatkan di beberapa titik di seputar area Panggung Utama. Nuansa merah putih terbentuk di akhir konfigurasi dan menjadi puncak dari seluruh alur pawai.

Lagu Indonesia Raya 3 Stanza dinyanyikan bersama di Panggung Utama. Setelah itu, perkusionis Gong Nekara akan masuk untuk membuka proses aubade  Merah Putih. Usai penampilan tersebut, 34 Gubernur berikrar.  Hal itu kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video bumper 100 tahun KKI yang menggambarkan persatuan 34 Provinsi di Indonesia secara simbolis, yang ditutup dengan logo 100 tahun KKI. (dianw/C)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here