Pengeroyok Anggota TNI Minum Kamput

1
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono dan Kapendam Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi memperlihatkan kelima tersangka pengeroyokan dua anggota TNI padv konfrensi pers bersama di Mapolda Metro Jaya, Jumat (14/12).Waspada/Hasriwal AS

JAKARTA (Waspada) : Lima pelaku  pengeroyok dua angota TNI berhasil ditangkap dalam tempo kurang dua hari pascapembakaran Kantor Polsek Metro Ciracas, Polres Metro Jakarta Timur, Rabu (12/12) dinihari, oleh Tim Gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur.

Kelima pelaku pengeroyokan terhadap Kapten AL Komarudin dan Pratu Rivo Nanda, berprofesi sebagai juru parkir (jukir) di lokasi kejadian Perkotoan Jalan Arundina, Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur; diantaranya seorang wanita yang merupakan salah satu istri dari pelaku.

Kelima pelaku yang diringkus pertama adalah, AP alias Buncit,32 tahun, berperan  memegangi korban sehingga korban tidak bisa bergerak. APP ditangkap di rumahnya di Kelapa Dua Wetan, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (12/12), pukul 09:00.

Dari AP polisi mendapat inforasi pelaku lainnya yakni HP alias E,30 tahun, yang beperan mendorong korban pada bagian dada. HP diringkus di rumahnya di Ciracas, Rabu (12/12) pukul 21:00.

Target dua hari kerja tim gabungan untuk mengejar dan menangkap pelaku, kemudian sempat terhenti dipencarin terhadap tiga pelaku lainnya yakni sepasang suami istri (pasutri), IH alias I,33 tahun, dan SR alias S,25 tahun. Serta D,35 tahun.

Ketiga pelaku ini diketauhi melarikan diri ke luar Jakarta, hingga polisi menyebar foto ketiganya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Pemburuan ketiga pelaku itu terus dilakukan polisi hingga pada, Kamis (13/12), ketiganya berhasil dibekuk di dua tempat berbeda.

Polisi yang mengendus pelarian pasutri IH dan SR berhasil menangkap keduanya di rumvh kontrakan di Jalan Raya Citayam, Gang Laskar, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat,  Kamis (13/12) sekira pukul 13:30, kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya.

Peran IH dalam kasus pengeroyokan itu melakukan pemukulan terhadap korban yang merupakan anggota TNI. Sedangkan SR juga turut membantu suaminya melakukan pemukulan terhadap korban.

Sementara, pelaku D yang masih diburu polisi usai melakukan pengeroyokan kabur ke kampungnya di Jampang Surade, Sukabumi, Jawa Barat.  D yang berperan menarik Kapten Komarudin untuk tujuan menahan dan memukul Pratu Rivonando Maulana, ditangkap saat kembali ke Jakarta., tempat tongkrongannya di KFC Cawang, Jakarta Timur, Kamis (13/12) pukul 21:00.

Kronologi

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono dan Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi melakukan konfrensi pers bersama di Mapolda Metro Jaya, Jumat (14/12), menyampaikan fakta penyidikan, terdapat lima tersangka yang melakukan pengeroyokan pada dua anggota TNI.

“Kelima tersangka ditangkap dalam waktu kurang dari dua hari di tempat berbeda. Mereka masing-masing punya peran dalam pengeroyokan,” kata Kombes Argo.

Menurut Kombes Argo, berawal dari cekcok mulut antara korban dan salah satu pelaku kemudian memicu kerumunan, tiba-tiba datang beberapa teman pelaku dan secara bersama-sama dan bergantian melakukan pemukulan terhadap korban. “Pada saat kejadian para pelaku sedang meminum minuman keras jenis Kamput di sekitar TKP,” katanya.

Pada Senin (10/12) pukul 15:30,  Kapten Komarudin yang merupakan anggota TNI AL saat itu tengah berpakaian dinas berama anaknya baru selesai servis motor dan berencana makan di warung soto kudus samping Indomaret Arundina.

“Saat hendak memarkirkan sepeda motor miliknya, anak korban mengatakan bahwa knalpot motor berasap, kemudian Kapten Komarudin memeriksa bagian mesin motornya, pada saat memeriksa sepeda motor satu orang tersangka HP alias E yang bekerja sebagai tukang parkir di tempat tersebut menggeser motor milik korban dan mengenai kepala Kapten Komarudin. kemudian Kapten Komarudin menegur tersangka, namun tersangka tidak terima hingga terjadi cekcok mulut yang kemudian mengundang perhatian teman-teman tukang parkir lainnya,” terang Kombes Argo.

Cekcok mulut itu berujung pada peristiwa pengeroyokan terhadap Kapten Komarudin. “Pada saat Kapten Komaruddin dikeroyok para tersangka, melintas Pratu Rivonanda dan langsung melerai. Namun Pratu Rivonanda juga menjadi korban pengeroyokan para tersangka juga dari anak-anak parkir tersebut sampai terjadi perkelahian di antara mereka,” ungkap Argo.

Melihat jumlah para tersangka lebih banyak lanjut Kombes Argo, Pratu Rivonanda yang merupakan anggota TNI AD Kes Dronkavser Paspampres mengamankan Kapten Komarudin beserta anaknya ke Barak Remaja Paspampres KPAD Cibubur dengan cara dibonceng menggunakan sepeda motor.

Dalam konfrensi pers, polisi menampilkn kelima tersangka dengan sejumlah barang bukti seperti baju yang dipakai tersangka saat kejadian dan rekaman video kejadian yang beredar.

“Kita cocokan pakaian yang dikenakan pelaku saat kejadian dan pelaku mengakuinya saat itu memaka baju seperti di video yang beredar saat terjadi pengeroyokan,” kata Kombes Argo.

Dari pengakuan kelima tersangka atas perbuatannya itu, polisi polisi menjerat mereka dengan Pasal 170 KUHP tindak pidana pengeroyokan dengan ancaman 5 tahun penjara.

Investigasi Pembakaran Polsek

Sementara, Kapendam Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi meapresiasi polisi dalam melakukan penangkapan kelima pelaku pengeroyokan anggota TNI dan memasyikan pihaknya membentuk tim investigasi untuk mengungkap peristiwa pembakaran Mapolsek Ciracas yang diamuk massa.

Menurutnya, Tim Investigasi Kodam Jaya terdiri dari Polisi Militer (POM) TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU) juga akan menyelidiki penyerangan rumah di warga di Ciracas yang waktu kejadian hampir berbarengan.

“Kita enggak bisa menduga-duga. Saat ini kita fokus dulu mencari pelakunya kemudian kita dalami apakah memang termotivasti atas ketidakpuasan dalam pengeroyokan anggota TNI. Kita tarik dulu benang merahnya,” kata Kolonel Kristomei.

Dikatakannya, TNI telah memeriksa anggotanya terkait pembakaran Mapolsek Ciracas. Melalui video yang beredar, diinvestigasi kemungkinan keterlibatan anggotanya.

“Sekarang kita ini sedang pemeriksaan internal, termasuk juga dari gambar video yang ada itu kan. Kita berikan kepada seluruh komandan satuan yang ada di jajaran Jayakarta untuk mengecek ada enggak dari gambar tadi itu anggotaya,” ujarnya.

Dijelaskannya, tidak ada pengerahan massa dalam pembakaran Mapolsek Ciracas dan terdapat dua gelombang massa pada saat malam kejadian pembakaran tersebut.

Massa yang pertama sekitar pukul 20:00 di kawasan Arundina dan Polsek Ciracas berhasil diredam. Namun sekira pukul 23:00 terdapat kembali konsentrasi massa yang berakhir dengan pembakaran kantor polisi itu.

“Kalau pengerahan massa nggak ada, kalau pengerahan itu kan berarti ada yang menggerakan, itu tidak ada. Jam 23 ada gelombang massa kedua yang langsung masuk ke Mapolsek Ciracas, ini lah yang memprovokasi dan melakukan pengerusakan terhadap mapolsek ciracas. Sedang kita cari tahu ini massa dari mana. Nanti kan kita lihat dulu apakah tni apa bukan ini kan enggak bisa berandai-amdai, itu kan katanya, itu kita fokuskan,” kata Kolonel Kristomei.(j02)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here