SMA 1 Lubukpakam Latihan Jurnalistik Dari Wapenjab Waspada

1
KETUA DKP PWI Sumut/Wapenjab Harian Waspada Drs H. Sofyan Harahap, Ka Biro Harian Waspada Deliserdang- Serdang Bedagai H.M Husni Siregar dan Wakil Kepala SMA Negeri 1 Lubukpakam Drs Polmar Banjarnahon berfoto bersama guru dan siswa-siswi dengan salam literasi. Waspada/Edward Limbong
KETUA DKP PWI Sumut/Wapenjab Harian Waspada Drs H. Sofyan Harahap, Ka Biro Harian Waspada Deliserdang- Serdang Bedagai H.M Husni Siregar dan Wakil Kepala SMA Negeri 1 Lubukpakam Drs Polmar Banjarnahon berfoto bersama guru dan siswa-siswi dengan salam literasi. Waspada/Edward Limbong

DELISERDANG (Waspada): Puluhan siswa-siswi SMA Negeri 1 Lubukpakam program SMA rujukan Tahun 2018, melaksanakan pemantapan literasi dengan pelatihan jurnalistik dari narasumber Ketua Dewan Kehormatan Provinsi  (DKP) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara (Sumut) sekaligus Wakil Penanggungjawab (Wapenjab) Harian Waspada Drs H. Sofyan Harahap, Selasa (18/12) di Aula  SMA Negeri 1 Lubukpakam.

Kegiatan ini juga turut dihadiri, Ka Biro Harian Waspada Deliserdang-Serdang Bedagai HM Husni Siregar, Wakil Kepala SMA Negeri 1 Lubukpakam Drs Polmar Banjarnahon, Penanggung Jawab Kegiatan Ripa Irwansyah Manurung MPd, para guru perwakilan program sekolah rujukan SMA Negeri 1 Lubukpakam, diantaranya SMA Negeri Galang, SMA Negeri Bangun Purba, SMA Nusantara Lubukpakam, SMA RK Serdang Murni Lubukpakam dan SMA Methodist Lubukpakam.

Kepala SMA Negeri 1 Lubukpakam Drs Ramli Siregar MSi yang diwakili Wakil Kepala SMA Negeri 1 Lubukpakam Drs Polmar Banjarnahon dalam sambutannya mengatakan, SMA Negeri 1 Lubukpakam merupakan salah satu sekolah rujukan yang ada di Kab. Deliserdang. “Jadi dari kegiatan pelatihan jurnalistik ini tujuannya adalah untuk melatih meningkatkan minat baca khususnya anak didik,” katanya.

Ia juga menyampaikan diangkat pelatihan jurnalistik, karena saat ini dunia jurnalistik sangat penting bagi kehidupan didalam masyarakat. Dan agar anak didik mengerti dan tidak terjerat dalam UU ITE. “Oleh karena itu, sangat perlu sejak dini dibekali anak didik. Maka bapak Kepala Sekolah berinisiatif untuk mengundang narasumber yang benar-benar menguasai jurnalistik. Harapannya dari kegiatan ini bagi anak didik yang ingin nanti menjadi wartawan agar ada bekalnya untuk profesi tersebut,” akunya.

Sementara itu narasumber Ketua DKP PWI Sumut/Wapenjab Harian Waspada Drs H Sofyan Harahap, menyampaikan beberapa materi sejarah pers, kode etik jurnalis, UU ITE dan menangkal bahaya hoax dan terakhir cara menulis artikel di media massa.

Katanya, dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum yaitu UU No 40/1999 tentang Pers. “Wartawan adalah orang yang secara teratur melakukan kegiatan jurnalistik pasal 1. Wartawan memiliki dan menaati kode etik jurnalis pasal 7,” katanya.

Dijelaskannya, pada hakikatnya kode etik jurnalis dibuat untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar. “Wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme,” jelasnya.

Untuk melihat ciri-ciri berita hoax dalam kesempatan tersebut Sofyan juga menyampaikan yaitu, bombastis di Medsos, tidak jelas sumbernya, hoax bermuatan fanatisme yaitu, ideologi dengan judul-judul provokatif, menyembunyikan fakta dan data. Dan mencatut nama tokoh-tokoh tertentu. Penyebarnya masif, meluas, viral dan meminta hoax di-sharing ke teman-teman segrup secepat dan sebanyak mungkin. “Untuk menangkalnya bersifat skeptis, selalu Waspada, bersikap curiga, lakukan tabayyun-konfirmasi dan verifikasi,” jelasnya.

Sedangkan dalam penulisan artikel di media massa Sofyan menyarankan bagi penulis pemula, untuk sebaiknya membuat outline yang terdiri dari, tema atau topik, paragraph pembuka, esensi bahan-bahan dan penutup. “Tujuan outline agar penulisannya bisa fokus pada topik bahasan,” tandasya. (cel/crul/a06)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here