Perkara Narkoba Tertinggi Ditangani PN Langsa

0

LANGSA (Waspada): Selama Januari hingga Desember 2018, penanganan perkara kasus narkoba menjadi catatan terbanyak yakni 183 perkara, dibandingkan perkara umum yang ditangani Pengadilan Negeri Kota Langsa.

Humas Pengadilan Negeri Langsa, Kurniawan, SH, Kamis (20/12) menjelaskan, sejak Januari hingga Desember 2018 sebanyak 263 perkara yang masuk ke Pengadilan Negeri Kota Langsa dan 52 perkara sisa di tahun 2017.

Sementara dari 263 perkara yang masuk, 248 perkara telah dinyatakan putus dan tersisa 15 perkara lagi yang belum putus. “Terhitung sejak bulan Januari hingga Desember 2018, jumlah perkara narkoba tercatat paling tertinggi yang ditangani PN Langsa sebanyak 183 perkara. Untuk perkara anak jenis narkotika sebanyak 9 perkara,” sebutnya.

Selanjutnya, kasus tertinggi kedua perkara pencurian sebanyak 31 perkara, penadahan, penerbitan dan pencetakan sebanyak 11 perkara, perlindungan anak 5 perkara, perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahuj 2004 tentang perikanan sebanyak 4 perkara.

Kemudian, lalu lintas 4 perkara,  penggelapan 4 perkara, kekerasan dalam rumah tangga 3 perkara, penggeroyokan yang menyebabkan luka ringan dan luka berat sebanyak 3 perkara, kesehatan 3 perkara dan penipuan 3 perkara.

“Sedangkan perkara penganiayaan, konservasi sumber daya alam, kejahatan pelayaran, imigrasi,  kejahatan jabatan, kejahatan yang membahayakan keamanan umum bagi orang banyak atau barang dan menyebabkan kematian atau luka-luka karena kealpaan masing-masing 1 perkara,” urainya.

Untuk jenis perkara yang melibatkan anak, pencurian 5 perkara, pembunuhan 1 perkara dan penipuan 1 perkara. “Saat ini ada 15 perkara yang dalam proses persidangan dan belum putus,” katanya.

Sementara sebelumnya, 14 Desember 2018, Pengadilan Negeri Kota Langsa juga telah memutuskan perkara dua oknum Polri yang bertugas pada Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Langsa, Brigadir AR dan Bripka YU divonis 7 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Kota Langsa karena terbukti menjual narkotika golongan I jenis sabu-sabu.

Begitu juga telah menjatuhkan hukuman vonis 3 tahun, 6 bulan penjara dan denda Rp50.000.000 (6 bulan kurungan) terhadap lima pelaku yang terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan perdagangan tulang gajah, tandas Kurniawan. (m43)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here