Akhirnya “Si Bongkok” Yang Baik, Ditemukan Tewas di Pinggir DAS Pesangan

0
SETELAH mendengar kematian si bongkok aparatur Kecamatan Pintu Time Gayo, Kepolisian, CRU, BKSDA dan warga setempat mendatangi lokasi ditemukan bangkai gajah yang baik dengan warga tersebut. Waspada/Ist
SETELAH mendengar kematian si bongkok aparatur Kecamatan Pintu Time Gayo, Kepolisian, CRU, BKSDA dan warga setempat mendatangi lokasi ditemukan bangkai gajah yang baik dengan warga tersebut. Waspada/Ist

REDELONG (Waspada): Akhirnya si bongkok yang dijuluki kepada seekor gajah liar mati di pinggir DAS Pesangan. Gajah liar yang dikenal baik dengan warga dan tidak mengganggu penduduk itu, ditemukan tewas membusuk.

Menurut penuturan Samusi Purnawira Dade Camat Pintu Rime Gayo, Kab Bener Meriah kepada Waspada, Jumat (28/12) si bongkok yang baik ditemukan tewas dan selama hidupnya tanpa ada gading yang melekat.

“Gajah itu ditemukan warga tewas pada Kamis tanggal 27 Desember 2018 sekira pukul 17.30 wib. Kami dihubungi oleh masyarkat Pantan Lah bahwa ditemukan satu ekor gajah liar yang mati dipinggir Sungai Pesangan Dusun 4 Kp. Pantanlah kec. Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, dan dekat dengan pemukiman warga,” ungkap Samusi Purnawira Dade.

Dikatakan camat ini, berdasarkan informasi tersebut kami berkoordinasi dengan Polsek, Koramil, CRU dan BKSDA melakukan pengecekan kebenaran informasi tersebut.

Dilanjutkannya, sekira pukul 19.10 wib Kamit Intel beserta Kasi Humas Polsek Pintu Rime Gayo, Sekertari Camat, serta anggota CRU Daerah Aliran Sungai (DAS) Pesangan, BKSDA, serta masyarakat tiba di lokasi yang dimaksud dan mendapati adanya satu ekor gajah liar yang telah mati, tepat berada dipinggir Sungai Krueng Pesangan.

Disebutkan camat ini, setelah mengamati bangkai gajah tersebut, diambil kesimpulan, bintang berbelalai itu merupakan salah satu kawanan gajah liar yang berada di wilayah Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kab Bener Meriah.

“Selama ini, gajah yang baik dengan penduduk itu dijuluki si bongkok, dikarenakan posturnya bongkok dan memiliki luka yang telah lama dan meradang dibagian pangkal leher,” jelas camat iniemgutip hasil penelitian pihak CRU dan BKSDA.

Dikatakannya, selama ini si bongkok mengalami patah kaki belakang dibawah lutut. Dilanjutkannya, berdasarkan penjelasan anggota CRU DAS Pesangan Yusuf, gajah tersebut mengalami patah kaki sudah lebih dari satu bulan kebelakang.

Bahkan menurutnya, sebelum gajah tersebut didapati mati, pihak BKSDA Aceh beserta anggota CRU sudah pernah melakukan pengobatan terhadap kaki gajah yang patah tersebut.

“Anggota CRU Sayeng tidak mengetahui apa penyebab patahnya kaki gajah tersebut. Namun diperkirakan gajah jatuh dan menyebabkan kakinya patah,” jelas pak camat ini.

Kemudian menurutnya, berdasarkan pengamatan tidak didapati adanya tanda tanda kekerasan penganiayaan terhadap fisik gajah mati tersebut.

“Si bongkok mati dan selama ini dia memang tidak memiliki gading. Dan tidak ada tanda tanda adanya upaya bekas kekerasan terhadap tempat gading tersebut,” kata Camat Pintu Rime Gayo mengutip hasil penyelidikan pihak CRU dan BKSDA Aceh.

Berdasarkan penjelasan anggota CRU DAS Pesangan Yusuf, gajah tersebut telah mati diperkirakan 15 hari kebelakang karena melihat kondisi fisiknya yang telah membusuk, dan diperkirakan umur si bongkok tersebut kurang lebih 45 tahun.

“Gajah tersebut mati diperkirakan karena sakit dan faktor usia dikarenakan tidak didapati adanya tanda-tanda kekerasan terhadap fisik gajah tersebut,” ujar pihak CRU Yusuf.

Dijelaskan, adapun lokasi gajah mati tersebut tidak jauh dari pemukiman warga Kampung Pantanlah kurang lebih 3 KM. Dan bangkai si bongkok tepat berada dipinggir sungai Peusangan.

“Si bongkok yang dikenal baik dan tidak mengganggu warga itu kini telah tiada, dari hasil penyelidikan kami dia tidak dibunuh. Tapi karena faktor usia dan akibat sejumlah luka yang dideritanya,” pungkas Camat Pintu Rime Gayo, Samusi Purnawira Dade dari hasil penelitian mereka dengan pihak CRU, BKSDA, Polisi dan warga setempat. (b33)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here