Bakar Alquran, Pria Yang Baru Pulang Thailand Diamankan Polisi

1
WAKAPOLRES Langkat, Kompol Hendrawan bersama Kasat Reskrim, AKP Juriadi menggeledah ruang kamar, Zu, pasca aksi pembakaran Alquran. Waspada/Asrirrais
WAKAPOLRES Langkat, Kompol Hendrawan bersama Kasat Reskrim, AKP Juriadi menggeledah ruang kamar, Zu, pasca aksi pembakaran Alquran. Waspada/Asrirrais

BESITANG (Waspada): Polsek Besitang mengamankan seorang pria inisial, Zu, 39, yang diduga kuat membakar 3 kitab suci Alquran yang ditumpuk di halaman rumah orangtuanya di Lingk IX, Kel. Pekan Besitang, Kec. Besitang, Jumat (28/12).

Sejumlah personil kepolisan langsung turun mengamankan pelaku begitu mendapat laporan dari kepling setempat, bahwa salah seorang warga diduga membakar Alquran persis di halaman rumah orangtuanya. Saat diiring ke komando, Zu, bersikap tenang tanpa melakukan perlawanan.

Pasca pelaku diamankan, Wakapolres Langkat Kompol Hendrawan SIK bersama Kasat Reskrim, AKP Juriadi, Kapolsek iBesitang, AKP Adi Alfian, termasuk Camat Besitang, H Ibnu Hajar S Sos, langsung turun ke lokasi kejadian peristiwa. Di teras rumah terlihat sejumlah personil TNI dari Koramil 14/Besitang.

Setelah mengecek lokasi bekas pembakaran, petugas masuk ke dalam salah satu ruang kamar rumah permanen yang selama dua bulan terakhit ditempati, Zu. Dari ruang kamar ditemukan sebungkus besar berbentuk kristal putih, namun belum dapat dipastikan apakah barang ini termasuk jenis narkoba.

Sekitar 30 menit berada di dalam kamar, petugas ke luar dengan membawa beberapa barang bukti, di antaranya kertas seperti buku catatan yang diduga milik pelaku. Tidak diketahui apa konten yang terdapat di dalam lembaran kertas yang diamankan tersebut.

Menurut keterangan salah seorang dari pihak keluarga, Zu, baru dua bulan pulang dari Thailand. Ia selama 14 tahun tinggal di negara ‘gajah putih’ tersebut. Sejak pulang kampung, Zu, menjalankan aktivitas bercocok tanam di belakang rumah orangtuannya.

Kasat Reskrim, AKP Juriadi, dikonfirmasi Waspada tidak memberi keterangan secara rinci apa saja barang bukti yang diamankan dari dalam kamar yang ditempati pelaku. Begitu juga tentang temuan serbuk berbentuk kristal, ia belum dapat menyimpulkan apakah ini sabu. “Nanti kita cek dulu di laboratorium,” ujarnya.

Menyinggung, apakah aksi pembakaran Alquran ini ada korelasinya dengan aksi pembakaran 20 Alquran di Kec. Stabat baru-baru ini, AKP Juriadi enggan berspekulasi. “Kita tidak bisa menduga-duga. Namun begitu, melihat dari aksi pelaku, sepertinya ada kemiripan,” tandasnya sambil berlalu.

Setelah selesai melakukan cek TKP, petugas kembali ke Mapolsek Besitang. Tak lama kemudian, tiga orang anggota kepolisian memakai baju preman, langsung menggiring, Zu, ke dalam mobil mini bus yang terparkir di samping komando untuk selanjutnya dibawa ke Polres Langkat di Stabat.

Sementara itu, aksi pembakaran Alquran di emplasment masjid Nurul Huda, Kel. Paya Mabar, Kec. Stabat, beberapa hari lalu, belum juga terungkap. Aksi yang sangat terkutuk ini menyulut reaksi kemarahan umat Islam, tidak hanya di Langkat, tapi juga di Sumut.

Salah satu Ormas Islam, yakni Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Front Pembela Islam (FPI) Langkat, Ustadz Reza Azhari, mendesak kepolisan segera mengungkap pelaku yang berada di sebalik pembakaran 20 kitab suci Alquan ini. “Kita minta polisi bekerja secara profesional mengungkap kasus ini,” ujarnya.

Saat ini, lanjutnya, FPI masih menunggu aparat kepolisian melakukan upaya proses penyelidikan dan pihaknya akan terus memantau perkembangan penanganan perkara. Ia berharap, aksi pelaku pembakaran kitab suci dapat segera terungkap, jika tidak, ia khawatir, kemarahan umat sulit dibendung.

Mengenai ada pemberian Alquran sebagai pengganti Alquran yang telah dibakar, Ustadz Azhari menegaskan, hal ini tidak dapat menyelesaikan masalah. “Kalau masalah diganti, seberapa pun jumlahnya bisa kita ganti, tapi bukan itu solusinya,” kata dia.

Ketua DPW FPI mengungkapan, pihaknya dalam gerakan bagi-bagi Alquran telah membagikan 3000 Alquran termasuk Harian Waspada juga pernah membagikan Alquran. “Gimana kita tidak marah, kita membagi-bagi Alquran, tapi ada orang membakarnya,” tandas ustadz seraya mendesak polisi untuk secepatnya mengungkap kasus ini. (a02)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here