Soal Dukungan Capres Jadi Pembelajaran Kader Al Washliyah

1

MEDAN (Waspada): Peristiwa dukungan Pengurus Wilayah (PW) Al Washliyah Sumut kepada Capres-Cawapres Jokowi dan Ma’ruf Amin, yang dinyatakan Pengurus Besar (PB) sebagai tindakan melanggar AD/ART dan melampaui kewenangan, harus dijadikan pembelajaran oleh seluruh kader Al Washliyah.

Hal itu disampaikan Ketua Majelis Kader Pengurus Daerah (PD) Al Washliyah Medan Marwan Lubis kepada Waspada, Kamis (27/12), menanggapi pernyataan Sekertaris Al Washliyah Sumut Isma Padli yang akan menuruti hasil keputusan pleno PB Al Washliyah, yakni akan meminta maaf pada warga Al Washliyah melalui surat tertulis kepada PB Al Washliyah.

Kata Marwan, apapun ceritanya dalam berorganisasi, para kader memang harus menuruti konstitusi organisasi. “Salah satu di antaranya menuruti AD/ART Al Washliyah untuk tetap independen.  Jadi sudah seharusnya bila ada oknum yang ‘menyalah gunakan’ Al Washliyah harus menerima diberikan sanksi itu,” tuturnya.

Dia menilai, apa yang dilakukan PW Al Washliyah Sumut, jelas melanggar konstitusi dalam berorganisasi. “Saya berharap ke depan para kader Al Washliyah lebih dewasa dalam berorganisasi, jangan melakukan sesuatu tindakan yang tidak terpuji. Al Washliyah ini hadir mewakili umat dalam berbagai hal,termasuk dakwah, pendidikan, dan amal shaleh, itu tugas pokok Al Washliyah,” sebutnya.

Dari peristiwa ini, Marwan Lubis berharap, seluruh kader sama-sama menjaga konstitusi, bukan merusak konstitusi.Itulah fungsi kader itu. “Saya berharap mulai dari penguruswilayah, daerah, organ bahagian sampai ke tingkat paling bawah, menjadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran dalam menjaga konstitusi organisasi,’’ ujarnya.

Menurut Marwan Lubis, jangan menggunakan kewenangan dan kekuasaan untuk membawa Al Washliyah ke ranah politik secara organisasi, kalau secara pribadi silakan, tidak ada halangan. (cru/C)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here