Aceh Tenggara Lumpuh Ribuan Rumah Terendam Dan Hanyut

1
BEGINILAH kondisi paska banjir yang melanda kabupaten Aceh Tenggara selain merusak dan menghanyutkan pemukiman warga juga merusak fasilitas umum seperti jembatan. Waspada/abadi Selian
BEGINILAH kondisi paska banjir yang melanda kabupaten Aceh Tenggara selain merusak dan menghanyutkan pemukiman warga juga merusak fasilitas umum seperti jembatan. Waspada/abadi Selian

AKTIVITAS Kota Kutacane lumpuh total akibat banjir yang melanda, puluhan rumah hanyut dan ribuan rumah masih terendam lumpur. Bencana alam ini disebabkan meluapnya Sungai Kali Bulan pada Senin (31/12) sekira pukul 00.30 WIB.

Selain merusak pemukiman warga, juga merusak sejumlah fasilitas umum seperti jalan, masjid, puskesmas, jembatan. Banjir meluapnya Sungai Kali Bulan ini membuat warga trauma dan hampir sebanyak dua ribu warga yang mengungsi ke tempat yang lebih aman ke sejumlah titik, diantaranya masjid, balai desa, tenda pengungsian dan rumah sanak saudara.

Dampak yang paling besar karena banjir terlihat di Desa Pulo Kemiri, Desa Pulonas, Desa Pulonas Baru, Desa Mbacang Lade, Desa Kuta Buluh, Desa Trandam, Desa Strak Pisang, Desa Pulo Latong, Kota Kutacane, Desa Prapat Hulu, Desa Prapat Hilir, Desa Prapat Gabungan, Desa Kutarih, Desa Kutacane Lama, Desa Gumpang, Desa Kisam, Desa Kuta Galuh Asli, Desa Bambel, Desa Lawe Kihing, Desa Kelapa Gading, Desa Titi Nasi.

Banjir kali ini selain membawa lumpur dan air juga membawa kayu gelondongan, pasir, pohon kayu berukuran besar. Sejumlah jembatan permanen yang putus dan amblas adalah jembatan Lawe Haru yang terletak di Kecamatan Deleng Pokhkison dan jembatan Marlboro di Pulonas Baru Kecamatan Lawe Bulan, dan sejumlah bronjong serta pengaman tebing pinggir sungai rusak dan amblas.

Sebagian besar warga terlihat membersihkan rumahnya dan kediamannya masing masing. Hingga berita ini diturunkan, belum ada korban jiwa, namun jumlah pengungsi diperkirakan mencapai ribuan dan sebagian masih bertahan di tempat yang lebih aman.

Bupati Aceh Tenggara Raidin Pinim sesaat setelah meluapnya Sungai Lawe Bulan menyatakan status bencana di Aceh Tenggara sebelumnya telah ditetapkan darurat karena banjir bandang yang terjadi di Desa Natam Kecamatan Badar yakni 2 hari sebelumnya.

Namun dengan adanya banjir besar yang melanda kawasan perkotaan maka status akan tetap dipertahankan kata bupati dan akan memerintahkan SKPK dan dinas terkait untuk terus bekerja semaksimal.mungkin membantu masyarakat.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana (Kalaksa BPBD) Aceh Tenggara Ramisin kepada Waspada menjelaskan, meluapnya Sungai Lawe Bulan kali ini merupakan terbesar dalam 40 tahun terakhir.

Berdasarkan data sementara kata Ramisin Selian, bahwa banjir yang terjadi pada akhir Desember ini menyebabkan dampak pada 30 desa dari Kecamatan Babussalam, Lawe Bulan, Bambel, Lawe Sumur, Tanih Alas dan Babul Rahmah sehingga menyebabkan 1.7058 mengungsi yang terdata sebanyak 4.219 KK.

Menurut Ramisin, hingga kini kerugian belum dapat ditaksir karena masih menunggu pendataan oleh petugas, sementara jembatan permanen yang mengalami kerusakan  yakni jembatan Lawe Harum dan Marlboro. Banjir terjadi karena luapan Sungai Lawe Bulan dan bantuan masa panik telah disalurkan begitu juga dengan alat berat telah dikerahkan untuk memperbaiki jalan rusak dan pengamanan tebing sekitar 20 alat berat.

Pantauan Waspada hingga kini warga dan masyarakat yang terkena dampak banjir, terutama rumah dan tokonya tertimbun lumpur dan pasir terlihat masih membersihkannya. Warga juga terlihat mengangkut barang dan alat rumah yang masih bisa diselamatkan.

Arus listrik juga sempat mengalami pemadaman sekitar 8 jam, begitu juga akses jalan yang sempat tidak bisa dilalui karena timbunan lumpur dan kayu, arus kembali normal sekitar pukul 6:00 WIB.

Hingga berita ini diturunkan, ruas jalan beberapa titik masih digenangi air dan belum bisa dilewati kendaraan seperti Desa Kuta Rih dan Kutacane Lama begitu juga dengan lumpur dan kayu masih menggenangi rumah warga. (cas)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here