Segera Bantu Agara

1
Ketua DPR Aceh, Tgk Sulaiman SE MSM
Ketua DPR Aceh, Tgk Sulaiman SE MSM

BANDA ACEH (Waspada): Ketua DPR Aceh Tgk Sulaiman SE, MSM meminta Pemerintah Aceh segera membantu masyarakat Aceh Tenggara (Agara) yang sedang dilanda musibah banjir bandang.

Puluhan rumah dilaporkan hanyut dan ribuan lainnya masih terendam lumpur. Bencana alam banjir ini terjadi akibat meluapnya Sungai Lawe Bulan,Senin (31/12) dinihari. Banjir juga menghanyutkan kayu gelondongan, sehingga merusak rumah dan jembatan.

“Pemerintah Aceh mela-lui Dinas Sosial dan BPBA diimbau segera melakukan upaya tanggap darurat untuk daerah-daerah yang parah terkena dampak banjir bandang,” tutur Sulaiman saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (2/1).

Politisi Partai Aceh ini mengatakan, Dinas Sosial wajib mengambil peran memenuhi kebutuhan mendesak bagi para pengungsi. Tetapi saat darurat, suplai bahan pokok bagi para korban seperti makanan,tempat penampungan,kasur, dan selimut itu harus ada.

Dilaporkan sebelumnya, aktivitas masyarakat di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, lumpuh total setelah luapan banjir menerjang ibukota kabupaten itu, Senin dinihari lalu. Selain merusak pemukiman warga, banjir juga merusak sejumlah fasilitas umum, seperti jalan, masjid, Puskesmas, jembatan, dan lahan pertanian warga.

Ribuan warga dilaporkan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Mereka mengungsi ke sejumlah titik  lokasi pengungsian, di antaranya masjid dan balai desa yang telah menyiapkan tenda pengungsian.

Dampak yang paling berat terdampak banjir adalah Desa Pulo Kemiri, Desa Pulonas, DesaPulonas Baru, Desa Mbacang Lade, Desa KutaBuluh, Desa Trandam, Desa Strak Pisang, De-sa Pulo Latong, dan Kota Kutacane.Selanjutnya Desa Prapat Hulu, Desa PrapatHilir, Desa Prapat Gabungan, Desa Kutarih, DesaKutacane Lama, Desa Gumpang, Desa Kisam,Desa Kuta Galuh Asli, Desa Bambel, Desa LaweKihing, Desa Kelapa Gading, Desa Titi Nasi.

Sejumlah jembatan permanen putus dan amblas, antara lain jembatan Lawe Haru yang terletak di Kec. Deleng Pokhkison dan jembatan Marlboro di Pulonas Baru, Kec. Lawe Bulan. Bronjong serta pengaman tebing pinggirsungai juga rusak dan amblas.

Berdebu

Setelah mengeluh akibat terendam lumpur tebal, kini warga Kutacane mulai mengeluhkan kabut debu bekas banjir yang melanda Kute Pulonas, Kota Kutacane, Pulo Latong, Prapat Hilir, Prapat Titi Panjang, Kutacane Lama, Kutarih, Gumpang Jaya, Bambel, dan beberapa desa lainnya.

Kabut debu itu membuat Kota Kutacane sebagai pusat perdagangan terlihat gelap pada siang hari. Munculnya debu di Kota Kutacane, karena belum dibersihkannya sisa-sisa debu tipis yang masih tertinggal di badan jalan.

Akibatnya,sedikit saja ditiup angin dan kendaraan melintas, membuat jalan dipenuhi kabut debu. Sebagian besar warga yang melintas, terutama pengguna roda dua dan roda tiga maupun pejalan kaki, terpaksa mencari masker penutup agar tak menghirup debu ketika memasuki Kota Kutacane.

Sejumlah warga yang ditemui Waspada mengaku, paska surutnya banjir luapan Lawe Bulan yang meninggalkan lumpur tebal, warga yang melintas dan sempat menghirup debu di Kota Kutacane, mulai merasakan nyeri di tenggorokan dan mengalami batuk.

Agar penyakit Ispa tak meluas, warga meminta Dinas Kesehatan segera membagikan masker bagi warga yang melintas dan memasuki Kota Kutacane. Begitupun, setelah sempat lumpuh akibat dihantam banjir luapan Lawe Bulan, Pemkab setempat bersama TNI, Selasa dan Rabu (1-2/1), akhirnya membersihkan Pasar Terpadu Kutacane dan sejumlah jalan vital yang terendam lumpur.

Wabup Aceh Tenggara Bukhari Buspa kepada Waspada, Rabu (2/1) mengatakan, untuk saat ini kondisi jalan utama di wilayah Kota Kutacane, Pulonas, Pulo Latong, Lawe Rutung,Pulonas Baru, dan Pasir Gala Gabungan yang sebelumnya terendam lumpur tebal dan bongkahan kayu, telah bisa dilewati kendaraan roda dua, tiga dan empat.

Jalan yang dibersihkan dengan alat berat milik Pemkab itu, yakni Jalan Manunggal Kute (Desa) Pulonas, Jalan Pulonas Baru Lawe Rutung, Jalan Lawe Rutung-Pasir Gala Gabungan, Jalan Kota Kutacane menuju Pasar Terpadu,Jalan Kota Kutacane – Pulo Latong, dan beberapa ruas jalan lainnya.

Pantauan Waspada, meski Pemkab telah menurunkan alat berat membersihkan badan jalan, namun sebagian besar rumah warga yang jadi korban banjir di Pulonas, Kota Kutacane,Pulo Latong, Pulonas Baru, Lawe Rutung, Pasir Gala Gabungan, Kutacane Lama, Prapat Titi Panjang dan beberapa kute lainnya masih terendam lumpur tebal dan terpaksa mengungsi.

Di Kute Pulonas dan Pulonas Baru, mantan Wabup Ali Basrah dan perangkat desa terlihat mulai mengerahkan warga di dua desa membersihkan lumpur tebal dari rumah korban banjir dengan menggunakan mesin daff ditambah bantuan beras, mi instan, dan telur ayam untuk 125 KK di Pulonas dan 300 KK lebih di Kute Pulonas Baru.

Sementara di kute lainnya yang juga jadi sasaran banjir Lawe Bulan, selain para Caleg dan beberapa pengusaha, relawan PKS terlihat antusias mendistribusikan nasi bungkus dan keperluan lainnya bagi ribuan KK korban banjir pada beberapa kute dan kecamatan.

Dinsos Dan BPBA Fokus

Kepala Dinas Sosial Aceh Al Hudri menegaskan, pihaknya sangat fokus dan konsern pada penanganan kegawat daruratan peristiwa banjir bandang dan tanah longsor di Agara.

Al Hudri menjelaskan, hingga saat ini pihaknya telah mengirimkan empat truk bantuan berupa sandang, dan pangan, seperti pakaian,beras, mie instant dan lainnya. Bahkan, kata Hudri, sejak hari pertama pasca kejadian, dirinya langsung memerintah tim reaksi cepat untuk membuka dapur umum di lokasi terdampak.  “Dapur umum langsung kita buka,sejak hari pertama pasca bencana,” tuturnya.

Jadi, dengan upaya kita yang terus mengerahkan tenaga dan sumber daya yang ada kelokasi bencana di Aceh Tenggara, adalah bukti Pemerintah Aceh serius dalam penanganan kegawatdaruratan di sana. Menurut dia, seluruh buffer stok yang ada di Aceh, telah diperintahkannya untuk siap siaga jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk warga di Aceh Tenggara.  “Buffer stok kita cukup,dan pihak kami serius masalah ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) T Ahmad Dadek menyebutkan, hingga saat ini jumlah bantuan gawat darurat yang telah dikirimkan ke Aceh Tenggara senilai Rp 600 juta, berupa gula, minyak goreng, beras, kain sarung,air mineral, dan selimut. Dari pendataan yang dilakukan pihaknya, korban yang terdampak sebanyak 1.225 jiwa dan jumlah pengungsi 47 KK (216 jiwa). (cb01/b26/cas/cho/J)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here