BI Bantu Usaha Air Kemasan Pesantren Modern Muhammadiyah

0
PLT Kepala BI Kantor Perwakilan Sumut Hilman Tisnawan bersama Pimwil PDM Sumut Hasyimsah Nasution dan rombongan melihat ruangan pemrosesan air kemasan Air Barakah, di Pesantren Modern Muhammadiyah, Kwala Madu, Langkat, Rabu (9/1). Waspada/Sugiarto
PLT Kepala BI Kantor Perwakilan Sumut Hilman Tisnawan bersama Pimwil PDM Sumut Hasyimsah Nasution dan rombongan melihat ruangan pemrosesan air kemasan Air Barakah, di Pesantren Modern Muhammadiyah, Kwala Madu, Langkat, Rabu (9/1). Waspada/Sugiarto

LANGKAT (Waspada): Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Sumatera Utara, sebagai lembaga negara yang bertugas menjaga stabilitas ekonomi, membantu pengembangan unit usaha air kemasan di Pesantren Modern Muhammadiyah Kwala Madu, Kec. Binjai, Kabupaten Langkat.

Usaha air kemasan bernama Air Barakah dan diresmikan oleh Pimpinan Wilayah Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumatera Utara, Hasyimsah Nasution, Rabu (9/1) tersebut, mendapatkan bantuan berupa pembuatan sumur bor, mesin penyulingan air dan mesin pengemasan air, dengan nominal Rp230-an juta.

Plt Kepala BI Kantor Perwakilan Sumut Hilman Tisnawan mengatakan, bantuan yang diberikan kepada Pesantren Modern Muhammadiyah Kwala Madu tersebut sebagai upaya menciptakan para santri untuk dapat mandiri dari segala hal. Salah satu di antaranya bisa mandiri dalam melakukan usaha.

“Ini kita mulai dari hal yang kecil dulu (seperti usaha air kemasan). Bayangkan, berapa ribu warga pesantren di Sumut ini bisa memulai dengan kemandiriannya. Itu akan memberikan dampak ekonomi yang luar biasa,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, ada beberapa hal kemandirian itu. “Pertama secara ekonomi bagi pesantren itu sendiri bisa menjadi unsur pemasukan. Kedua ini bisa mengedukasi para santri untuk melihat kedepannya, ketika dia lulus ada tertanam jiwa usahanya, jiwa kemandiriannya,” tambahnya seraya mengatakan, semuanya tidak mesti membeli yang sudah jadi, toh kita sendiri bisa membuat.

Menurutnya, bantuan ini merupakan sebuah tahap menstimulasi membantu dalam bentuk barang, satu unit instalasi penyaringan air, pengeboran sumur, kemudian pemasangan instalasi alatnya, dan alat pengepakannya dengan nilai sekitar Rp230-an juta.

“Ini merupakan bantuan kecil dalam produksinya. Upaya-upaya yang dilakukan BI juga termasuk wirausaha. Nah ini akan menjadi bagian yang terintegrasi dari pengembangan wirausahawan di pesantren. Tentu saja Muhammadiyah sebagai organisasi yang besar, pasti mempunyai unit-unit usaha, sehingga untuk pemasarannya tinggal mengintegrasikan saja dalam mengembangkan ekonomi di pesantren,” tegasnya.

Pimpinan Wilayah PDM Sumut, Hasyimsah Nasution mengatakan, pihaknya sangat menyambut baik bantuan yang diberikan BI dalam pembuatan usaha air kemasan tersebut. Dia berharap usaha air kemasan tersebut dapat berkembang menjadi besar dan menjadi pembelajaran bagi para santri dalam berusaha.

Sementara itu Pimpinan Umum Pesantren Modern Muhammadiyah Kwala Madu, Zulkarnaen Tala mengatakan, dengan diresmikannya unit usaha air minum kemasan tersebut diharapkan para santri mendapatkan kualitas air yang lebih baik, selain itu bisa mendapatkan pemasukan.

“Terimakasih kepada BI yang telah membantu usaha ini. Usaha ini kami rintis untuk para santri nantinya dapat bekerja, melatih para santri untuk bisa berusaha mandiri. Air kemasan ini airnya sama, tetapi memiliki kelebihan yaitu berkah, sesuai namanya Air Barakah,” tegasnya. (m41)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here