Kim Jong Un Temui Xi Jinping

1
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un didampingi dan istrinya, Ri Sol Ju, memeriksa pasukan kehormatan sebelum meninggalkan Pyongyang menuju China, dalam foto yang diambil pada 7 Januari. KCNA
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un didampingi dan istrinya, Ri Sol Ju, memeriksa pasukan kehormatan sebelum meninggalkan Pyongyang menuju China, dalam foto yang diambil pada 7 Januari. KCNA

BEIJING, China (Waspada): Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tiba di Beijing, China, Selasa (8/1), dalam kunjungan mendadaknya untuk memenuhi undangan Presiden Xi Jinping.  Kunjungan itu meningkatkan spekulasi tentang kemungkinan pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, karena Kim disebut dapat mengoordinasikan strateginya dengan Xi.

Kantor berita Korea Selatan, Yonhap, menyebutkan, kereta hijau gelap dengan garis kuning khas Korea Utara tiba di stasiun pada pukul 10.55 waktu setempat. Kim Jong Un ditemani istrinya, Ri Sol Ju, dan beberapa pejabat senior, berangkat dari Pyongyang dengan kereta pribadinya pada Senin (7/1).

Kunjungan atas undangan Xi akan berakhir hingga Kamis (10/1). “Baik Xi dan Kim melihat arti dalam mengoordinasikan posisi mereka sebelum KTT Trump-Kim. Itu tampaknya menjadi pola,” ucap Bonnie Glaser, penasihat senior di Pusat Studi Strategis dan Internasional. “Kim juga meminta bantuan Beijing untuk meringankan sanksi internasional,” imbuhnya.

Lawatan Kim ke China juga bertepatan dengan hari kedua perundingan antara pejabat AS dan China di Beijing yang bertujuan mengakhiri perang dagang. Harry Kazianis, direktur studi pertahanan dari Center for National Interest, menilai Xi mendapat keuntungan dari pertemuannya dengan pemimpin Korea Utara.

Korea Utara dapat menjadi ‘kartu’ bagi China pada masalah perang dagang dengan AS. “Xi juga mendapat keuntungan dari pertemuan dengan Kim, dan waktunya tidak bisa lebih baik dari sekarang,” ujar Kazianis.

“Dengan pertemuan para pejabat China dan AS untuk membahas upaya mengakhiri perang dagang, itu menunjukkan Beijing jelas memiliki kartu yang dimainkan, yaitu Korea Utara, jika dianggap sesuai,” tuturnya lagi.

Sementara terkait KTT kedua Trump-Kim, kini negosiasi sedang berlangsung untuk menentukan lokasi. Seperti diketahui, AS menuntut Korea Utara untuk melakukan denuklirisasi penuh, sebelum semua sanksi ekonomi dicabut. (afp/And)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here