2019 Selayaknya Jadi Kekuatan Umat Islam

0

MEDAN (Waspada) : Tahun 2019 selayaknya menjadi kekuatan bagi umat Islam dalam menegakkan dakwah berbasis  ekonomi, dengan menguasai ekonomi dari berbagai sisi. Sebab ekonomi itu akan mampu menjadi tonggak kekuasaan.

Kemudian kekuasaan itu hendaklah menjadi pengendali untuk kemaslahatan umat. Hal ini disampaikan Dr. Torang Rambe, yang juga praktisi Keagamaan, Rabu (9/1), saat berlangsungnya diskusi Penguatan Dakwah dan Wakaf Lembaga Pendidikan Untuk Kemaslahatan Umat.

Disebutkanya, berdakwah bukan saja sebatas teori, tapi bagaimana para pendakwah menggerakan ekonomi dari berbagai sisi. Diantaranya dari pemanfaatan wakaf produktif.  Semisal pembangunan sekolah oleh ummat Islam yang sifatnya wakaf.

Tentu untuk operasional sekolah bisa memanfaatkan lahan untuk parkir, pemanfaatan gedung untuk disewakan dan sebagainya. Tujuannya, tentu saja untuk dana operasional dan untuk kemaslahatan warga sekitar dengan pemberian santunan jika memungkinkan.

“Lalu, kenapa kita belum berorientasi secara ekonomi untuk pemanfaatan wakaf ? Bisa saja orang-orang didalamnya, atau katakanlah yang mengelola belum berbasis bisnis. Padahal, jika hal itu dilakukan akan banyak yang terselamatkan ekonominya, sehingga seimbang antara kesejahteraan dengan ibadah “kata Torang Rambe.

Dia juga menekankan  agar umat Islam berekonomi juga sudah tersirat sejak pagi. Dimana usai shalat subuh, umat Islam sudah dianjurkan bekerja, bukan berpangku tangan. Yang tidak kalah penting, kata dia, bagaimana umat Islam itu memberi dorongan kepada sesama muslim yang sudah mengelola usaha,dan belanja di rumah usaha umat Islam.

“Itukan satu kekuatan juga, peredaran keuangan umat secara menyeluruh jika usaha umat muslim itu dibeli oleh umat muslim, sehingga usaha yang mereka lakukan akan bergulir modal usaha dan hasilnya juga akan mengalir kepada umat muslim lewat pembayaran zakat oleh umat muslim dengan hitungan harta yang sudah sampai ketentuanya,” katanya.

Perlu direspon

Hal senada disampaikan Ustadz Sutan Sahrir Dhalimunte. Dia memaparkan bahwa orientasi penggunaan lahan wakaf untuk ekonomi umat perlu direspon. Hal itu untuk ikut sertaa mensejahterakan umat karena ekonomi yang kuat akan mendukung sirkulasi ibadah yang lebih baik.

“Kemampuan secara finansial akan mendorong terwujudnya masyarakat muslim yang turut berkontribusi dalam pembangunan manusia yang semakin dekat dengan Allah,’’ katanya.

Disebutkan Sutan Sahrir, shalat lima waktu kewajiban pada Allah, dan berbagi dari harta diperoleh kepada sesama bentuk pengamalan dari ajaran agama. Maka umat Islam harus kuat secara ekonomi.

Satu cara yang bisa dilakukan dengan pemanfaatan wakaf produktif,” katanya,yang akan mengusulkan pemanfaatan wakaf produktif pembangunan Yayasan Darul Quran di Jl. Tuasan.(m37/B)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here